HARAPAN BARU – Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2016 tingkat Kota Bekasi, yang diselenggarakan pada hari ini, Rabu (03/08), diisi dengan kegiatan pelestarian lingkungan dan satwa di Taman Duta Harapan, Kelurahan Harapan Baru, Bekasi Utara.
Kegiatan ini dihadiri oleh segenap unsur muspida. Mereka melakukan penanaman pohon dan penebaran bibit benih ikan mas dan mujair di telaga Taman Duta Harapan Baru, yang biasa dikenal masyarakat sebagai Telaga Mas. Para unsur muspida yang turut hadir yakni, Wakil Wali Kota Bekasi, Ahmad Syaiku, bersama Wakaporesta Kota Bekasi, AKBP Wijonarko, Dandim 0507 Kota Beksi, Letkol Inf Wawan Kusnendar, dan perwakilan Kejaksaan Negeri dan Pengadilan Negeri Bekasi.
Selain mereka, para unsur muspida, kegiatan ini juga melibatkan aparatur, masyarakat, Linmas, dan para pelajar, guna memupuk semangat bersama menjaga dan memelihara kelestarian lingkungan dan satwa, khususnya di Kota Bekasi.
Sebanyak 400 buah pohon ditanam dan diantaranya merupakan sumbangan dari pihak pengusaha. Pihak pengusaha yang menyumbangkan bibit pohon, seperti Bank BJB, berupa 100 bibit pohon mahoni, PT Aqua beri 150 bibit duku, PT Logam Jaya Abadi berupa 50 bibit mangga, Permata Konsultan, PT Sinar, PT Sosro, dan PT Hyundai. PDAM Tirta Patriot juga turut berpartisipasi, yakni dalam penataan pembuatan jaring sampah. Kegiatan ini juga sebagai sosialisasi adanya program baru dari bagian Telematika, yakni wifi gratis bagi warga. Dua titik hotspot telah berjalan dan dapat dimanfaatkan warga untuk mengakses internet gratis saat berada di taman.
Ahmad Syiakhu, saat itu secara khusus menanam pohon kelor ( dipercaya, jika buah kelor tersebut nantinya jatuh ke danau, maka dapat menjernihkan air).
“Saya bawa dari rumah dinas beberapa bibit kelor karena manfaatnya. Selain daun yang bisa dimanfaatakan, buahnya juga dapat menjernihkan air. Seperti pencanangan penanaman pohon kelor beberapa waktu lalu di acara festival Kali Bekasi,” kata Ahmad Syaikhu, Rabu (03/08).
Dalam peringatan hari lingkungan hidup kali ini, ia kembali mengingatkan berbagai program konservasi lingkungan dapat berjalan di seluruh wilayah di Kota Bekasi. Ada empat program yang kiranya bisa terus dilakukan, seperti program 1.000 taman, sejuta biopori untuk mengembalikan kondisi kesuburan tanah yang hingga kini baru mencapai 300 ribu lubang di seluruh wilayah Kota Bekasi. Program ketiga yakni program sumur resapan di rumah, masjid, dan perkantoran. Sebab air menjadi sumber kehidupan yang sekarang ini semakin berkurang. Bahkan kata dia, menurut laporan media nasional terkait penurunan muka air tanah karena eksploitasi berlebihan, yang terjadi di beberapa kota besar, bisa terjadi juga di Kota Bekasi.
“Program pemerintah kita sukseskan bersama agar cadangan air tanah tersedia bagi masa depan anak cucu kita,” katanya.
Program keempat yakni pengolahan sampah. Sampah menjadi perhatian serius agar terkelola dengan baik dan perlu diatasi bersama.
“Mohon empat program ini kita aktifkan kembali. Termasuk peran elemen masyarakat. Saya apresiasi elemen masyarakat, SKPD, dan pelaku usaha dalam program ini,” lanjutnya.
Diakhir sambutannya, dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup, Ahmad Syaikhu menyampaikan harapan agar generasi muda, dalam hal ini para pelajar, untuk mendukung upaya kelestarian lingkungan di lingkungan sekolah agar tercipta suasana yang nyaman saat belajar. (Ez)






























