MEDANSATRIA – Tak kunjung mendapat perhatian dari pihak PDAM Tirtabhagasasi, warga Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medansatria harus rela “menikmati” pelayanan aliran air yang keruh dan berlumpur selama bertahun-tahun. Hal ini dikatakan oleh Ketua RW 24 Kelurahan Pejuang, Supono, kepada infobekasi.co.id, Kamis (12/01).
“Walah, kami udah bertahun-tahun (keruh) begini, komplin ke PAM juga sudah capek. Paling janji diperbaikin, tapi kenyataanya begitu lagi,” ujar Supono yang juga merupakan Ketua Forum RW Kelurahan Pejuang ini.
Menurutnya, selain keruh dan berlumpur, air yang dialiri dari PDAM Tirtabhagasasi ini juga sering kali hanya mengalir kecil dan sering mati. Sehingga banyak warga yang mengakalinya dengan cara menampung air terlebih dahulu.
“Di RW 24 malah sering mati, sebagian besar masih keruh, dan tiba-tiba ngalir lumpur item. Terkadang bening, tapi saat bak mandi mendekati penuh tiba-tiba keruh. Akhirnya air harus dibuang lagi. Warga sih pada mengakali dengan cara kran yang harus diperban dengan kain ataupun pake saringan air. Harus sabar dengan cara begini supaya dapet air yang jernih. Kalau saya sendiri saya pakai penampungan di bawah kalau udah ngendap baru ditarik pompa,” katanya.
Meski tidak berdampak langsung pada kulit, namun Supono mengaku sangat kecewa dengan pelayanan air keruh PDAM Tirtabhagasasi ini. Pasalnya, biaya pengeluaran untuk air PAM membengkak karena air yang digunakannya harus berulang kali di buang-pakai.
“Ya kami sebagai pelanggan berharap jangan sampai keruh beginilah. Kami jelas rugi,” tutur dia. (Sel)






























