infobekasi. co.id – Nama Umar Alatas mungkin tak asing bagi pecinta sepak bola Indonesia, khususnya warga Bekasi. Ia bukan hanya dikenal sebagai mantan bek tangguh Timnas Indonesia di era 1980-an, tapi juga sebagai tokoh sentral dalam perjalanan klub kebanggaan Kota Patriot, Persipasi Bekasi.
Lahir dan besar di Bekasi, Umar Alatas memulai karier sepak bolanya dari klub – klub lokal sebelum akhirnya memperkuat Jayakarta, lalu menjadi andalan Persija Jakarta pada masa kejayaannya.
Sebagai bek tengah, Umar dikenal disiplin, tangguh, dan memiliki jiwa kepemimpinan tinggi. Puncak kariernya terjadi ketika ia dipercaya membela Timnas Indonesia di ajang SEA Games 1983 di Singapura.
Di masa itu, sepak bola Indonesia masih bergulat di era amatir, namun Umar Alatas berhasil menjadi salah satu ikon membawa nama bangsa di kancah Asia Tenggara.
Setelah gantung sepatu, Umar tak lantas meninggalkan dunia sepak bola. Ia kembali ke tanah kelahirannya dan mengabdikan diri untuk membesarkan Persipasi Kota Bekas, klub kebanggaan warga Bekasi.
Pada awal 2000-an, Umar dipercaya menangani Persipasi sebagai pelatih kepala, bahkan membawa tim berlaga di Divisi II Nasional musim 2003-2004. Ia dikenal sebagai pelatih yang fokus pada pembinaan mental dan disiplin pemain muda. Di mata pemain dan pecinta Persipasi, Umar adalah figur penting dalam membangun fondasi klub dari level akar rumput.
Pada tahun 2022, Umar menjabat sebagai Direktur Sepak Bola Persipasi dan turut terlibat dalam rekrutmen pelatih serta pemantauan bibit muda lokal. Dalam setiap kesempatan, Umar Alatas menekankan pentingnya regenerasi dan peran klub lokal dalam membina pemain masa depan.
Sebagai mantan pemain Timnas, Umar juga tak segan mengkritisi perkembangan sepak bola Indonesia. Ia pernah menyampaikan keprihatinan atas kegagalan Timnas U-20 di Piala Asia 2025, yang menurutnya kalah dalam hal taktik dan mental dari tim-tim kuat seperti Iran dan Uzbekistan.
Namun, ia juga memberikan apresiasi besar terhadap pencapaian Timnas U-17 yang berhasil menembus perempat final Piala Asia dan Piala Dunia U-17.
Umar secara khusus memuji performa pemain muda asal Bekasi seperti Zahaby Gholy dan Faaris Silva Nurhidayat, dua bintang muda yang muncul dari Piala Soeratin dan kini menjadi tulang punggung tim nasional kelompok usia.
Umar Alatas kini menjadi panutan banyak pelatih muda dan aktivis sepak bola di Kota Bekasi. Ia sering hadir dalam turnamen usia muda, seperti Piala Soeratin U-13 dan U-15, memberikan motivasi dan pemantauan langsung terhadap talenta-talenta lokal.
Kehadirannya sebagai tokoh sepak bola yang konsisten membina dan mengawal pembinaan usia dini menjadikan Umar bukan sekadar legenda, tetapi juga arsitek masa depan sepak bola Bekasi.
Umar Alatas adalah contoh nyata mantan pemain yang tidak hanya bersinar di masa lalu, tetapi juga tetap berkontribusi besar untuk kemajuan sepak bola di daerahnya. Bekasi beruntung memiliki sosok seperti dia, seorang yang menjadikan sepak bola bukan hanya karier, tetapi juga panggilan jiwa.
Kontributor: R. Surendro
Editor: Dede Rosyadi
Sumber Data: Dikutip dari berbagai sumber






























