Infobekasi.co.id – Keputusan Pemerintah Kota Bekasi dan DPRD Kota Bekasi untuk mengevaluasi tunjangan anggota DPRD mendapat tanggapan dari Pengamat Kebijakan Publik Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi, Adi Susila. Menurutnya, langkah ini merupakan momentum penting meningkatkan kinerja dewan dan menunjukkan empati terhadap kondisi ekonomi warga.
Adi Susila menilai, bahwa anggaran dialokasikan untuk tunjangan tetap, seperti tunjangan perumahan atau fasilitas lainnya, sebaiknya dialihkan untuk belanja kegiatan yang lebih produktif.
“Sebaiknya anggaran itu dialokasikan untuk belanja kegiatan, bukan untuk tunjangan tetap seperti rumah atau fasilitas lain. Lebih baik dialihkan ke belanja operasional atau kegiatan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis, 11 September 2025.
Ia menambahkan, anggaran yang lebih besar sebaiknya dialokasikan untuk mendukung kegiatan legislasi, seperti pengawasan dan reses dalam menyerap aspirasi publik. Terkait besaran evaluasi tunjangan, hal itu bergantung pada kompromi antara pemerintah dan DPRD.
“Itu nanti tinggal kompromi. Kalau hanya untuk rumah atau mobil, itu kan tidak terlalu berkontribusi pada peningkatan kinerja,” kata Adi.
Masih kata Dia, penting bagi para pejabat pemerintah dan wakil rakyat untuk bersikap empati dan merasakan keprihatinan masyarakat terhadap kondisi ekonomi belum merata. Keputusan mengevaluasi tunjangan ini juga menjadi pembelajaran penting atas demonstrasi terjadi di sejumlah daerah, termasuk di Bekasi.
“Peristiwa kemarin itu menjadi pembelajaran penting. Demo-demo kemarin memberi pengalaman luar biasa. Maka, ke depan, kinerja dewan seharusnya bisa semakin baik,” tandas Adi.
Reporter : Fahmi
Editor : Dede Rosyadi






























