
Infobekasi.co.id – Di sudut ruko Taman Kebalen Indah, Babelan, Bekasi, tergantung deretan kain dengan corak dan warna yang beragam. Setiap helai menyimpan cerita harapan untuk mengubah suasana ruangan. Di balik itu, ada sosok pria bernama Anjas Nugraha (50), yang telah menjalankan bisnis interior hingga bertahan lebih dari dua dekade, bahkan di tengah masa-masa ekonomi yang tidak menentu.
Cerita Gorden Bintang dimulai tahun 2000, terinspirasi dari sang istri yang belajar membuat gorden dari kakaknya. Saat itu, Anjas masih bekerja di bidang lain, tapi mata dan hatinya selalu tertarik melihat bagaimana sehelai kain bisa mengubah ruangan menjadi tempat yang nyaman dan elegan.
“Saya sering melihat hotel-hotel yang indah saat traveling, dan berpikir, kenapa tidak bawa ke rumah orang biasa,” ucap Anjas saat ditemui di tokonya, ruko Taman Kebalen Indah, Babelan, Bekasi, (29/12) .
Tahun 2010 menjadi titik balik, Ia memutuskan mengundurkan diri dari pekerjaan lama dan fokus sepenuhnya pada dunia interior. Tanpa pengalaman formal, belajar dengan terus berlatih, mengukur, dan memahami selera pelanggan. Tidak lama kemudian, pengalamannya tumbuh menjadi 25 tahun, menjadikannya ahli dalam menciptakan kombinasi warna yang pas dan ukuran yang presisi.
Di era di mana produk online dengan harga murah banyak beredar, Anjas memilih jalan yang berbeda. Ia tidak bersaing dengan harga, tapi dengan nilai seni. “Gorden itu bukan cuma kain yang tergantung di jendela, itu bagian dari keindahan ruangan. Kalau ukuran salah, semua hancur,” katanya, sambil menunjukkan contoh hasil pekerjaannya.
Ia bahkan sering turun tangan langsung untuk pemasangan dan finishing, memastikan setiap detail sesuai harapan pelanggan. Kombinasi warna emas dengan cokelat susu yang dikembangkan menjadi salah satu andalan, memberikan kesan elegan tanpa terasa berlebihan. Hal ini membuat pelanggan datang dari jauh, mulai dari Jakarta, Bogor, hingga Tangerang. Tidak karena murah, tapi karena yakin dengan kualitas.
Ketika banyak usaha gorden lain terpaksa menutup outlet lantaran beban biaya sewa, Anjas tetap bertahan. Rahasianya?. Ruko yang dimilikinya sendiri, sehingga Ia tidak perlu khawatir fluktuasi harga sewa. Tapi yang lebih penting, semangat yang tidak padam dan kecintaannya terhadap apa yang dilakukannya.
“Masa ekonomi lesu itu bagian dari hidup usaha. Yang penting, kita tidak mudah menyerah. Kalau kita suka dengan apa yang kita kerjakan, tantangan hanya akan membuat kita lebih kuat,” ujarnya dengan senyum.
Bagi mereka yang ingin memulai bisnis, Anjas memiliki pesan sederhana tapi mendalam. Mulailah dari hobi dan kesukaan. “Jangan cuma ikut-ikutan karena lihat orang lain sukses. Kalau kamu suka dengan usaha itu, kamu akan bersemangat untuk belajar dan bertahan, bahkan saat ada rintangan,” saran Anjas.
(Muhammad Hilmi Robbaanii)
Editor : Deros





























