Usai Kecelakaan Maut, Pemerintah Perhatikan Keamanan Perlintasan Kereta di Tambun Selatan

Infobekasi.co.id – Sebanyak lima petugas dari Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi melakukan pendataan dan pengamatan arus kendaraan serta perjalanan kereta api di perlintasan sebidang Walet, Desa Mekarsari, Kecamatan Tambun Selatan. Kegiatan ini dilakukan untuk mendapatkan data akurat terkait pergerakan di lokasi tersebut.

“Kami hanya melakukan pencatatan jumlah dan jenis kendaraan yang melintas, serta menghitung banyaknya rangkaian kereta beserta jenisnya yang bergerak dari arah timur ke barat maupun sebaliknya,” ujar Putri, salah satu petugas dari Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, saat dihubungi pada Selasa, 5 Mei 2026.

Ia dan timnya bertugas melakukan pengamatan pada waktu pagi dan sore hari, yaitu saat jam-jam padat aktivitas warga. Dalam pelaksanaannya, mereka mencatat jumlah kendaraan yang melintas dari arah utara ke selatan dan sebaliknya, serta mendata jenis perjalanan kereta api yang melintasi jalur tersebut.

Berdasarkan data yang dimiliki, di wilayah Kecamatan Tambun Selatan terdapat empat titik perlintasan sebidang kereta api. Dari keempat lokasi tersebut, hanya perlintasan di Jalan Kompas, Desa Mekarsari sudah dilengkapi palang pintu otomatis dan dijaga oleh petugas resmi. Sedangkan tiga lokasi lainnya yakni di belakang Naga Kampung Kedung Gede, Desa Setiamekar, perlintasan Yapink, dan perlintasan Walet, hingga saat ini masih dijaga warga sekitar secara sukarela atau relawan.

Kegiatan pendataan ini merupakan tindak lanjut dari peristiwa kecelakaan terjadi di kawasan Bekasi Timur beberapa waktu lalu. Ke depannya, diharapkan seluruh titik perlintasan yang ada akan dijaga tenaga kerja sudah mendapatkan pelatihan khusus dan memiliki sertifikasi resmi demi menjamin keselamatan dan keamanan bagi seluruh pengguna jalan.

(H.Saban Jr)

Editor: D. Rosyadi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini