Belum Jalan ke Tanah Suci, Kong Sarnan Sudah Dapat Pelajaran Tentang Kejujuran

Infobekasi.co.id – Hati Kong Sarnan, pria berusia 70 tahun, calon jemaah haji asal Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sempat berdegup kencang. Namun, rasa cemas itu seketika sirna dan diganti senyum lebar menghiasi wajahnya, saat melihat petugas Embarkasi Jakarta-Bekasi naik ke dalam Bus dua tempatnya duduk.

Padahal, hanya berselang sepuluh menit lagi, kendaraan membawa rombongan kelompok terbang 23 ini bakal berangkat menuju Bandara Soekarno-Hatta, memulai perjalanan suci menuju Tanah Suci. Suara petugas memecah kesibukan dan kegembiraan di dalam bus. Ia mengangkat sebuah dompet berwarna hijau toska, lalu menyapa seluruh penumpang.

“Ini ada dompet yang tertinggal, milik siapa ya?,” tanya petugas, Senin (17/5/2026)

Suasana hening sejenak, tak ada satu pun yang menyahut. Petugas pun mengulangi panggilannya, berharap pemiliknya segera sadar dan menyadari kehilangannya. Baru pada panggilan kedua, dari deretan bangku ketiga sebelah kanan, terdengar suara lelaki tua yang agak kencang, hampir seperti berteriak karena antusiasme dan rasa lega.

“Eta dompet abdi (Itu dompet saya),” sahut Kong Sarnan, membuat seluruh penumpang di dalam bus menoleh ke arahnya.

Petugas segera berjalan menghampiri tempat duduknya. Sebelum menyerahkan barang itu, mereka memastikan benar-benar miliknya dengan meminta Dia menyebutkan apa saja isinya. Tanpa ragu, Kong Sarnan menyebutkan dengan jelas, di dalam dompet itu terdapat dua ikat uang, masing-masing berupa pecahan Rp50.000 dan Rp100.000, bekal yang ia persiapkan dari rumah untuk ibadah haji.

Di sampingnya, rekannya yang duduk bersebelahan ikut bercerita, menjelaskan mengapa dompet Kong Sarnan bisa tertinggal. “Tadi Dia terburu-buru sekali, karena disuruh segera naik ke dalam bus, jadi mungkin lupa menyimpan barang-barangnya,” tuturnya.

Setelah semua keterangan yang disebutkan sesuai dengan isi dompet, petugas menyerahkan kembali barang berharga itu ke tangan Kong Sarnan. Momen sederhana namun penuh makna itu berlangsung tepat di dalam bus, dan disaksikan seluruh calon jemaah haji yang ada di mobil bus.

Mata Kong Sarnan tampak berkaca-kaca, bukan karena sedih, tapi karena rasa syukur yang meluap-luap. Di tengah persiapan yang begitu banyak dan perasaan haru karena bakal berangkat menuju tempat yang suci, kejadian ini menjadi kenangan baginya. Ia merasa beruntung, karena dompetnya kembali, ditemukan dengan orang jujur.

Sepuluh menit kemudian, bus rombongan calon jemaah haji itu pun perlahan bergerak, membawa Kong Sarnan dan rombongannya menuju perjalanan ke bandara Soekarno-Hatta.

(H.Saban Jr)

Editor: Dede R

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini