Skip to content

Harga Kedelai di Bekasi Meroket Capai Rp15.000, Ini Penyebabnya

Infobekasi.co.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagperin) Kota Bekasi mengungkapkan, lonjakan harga kedelai dan bahan baku impor di pasar dipengaruhi ketidakstabilan pasokan secara global, serta melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Analis Perdagangan sekaligus Kepala Seksi pada Disdagperin Kota Bekasi, Eko Wijatmiko, menjelaskan, dampak dari kondisi tersebut membuat harga bahan baku impor mengalami kenaikan hingga mencapai 10 persen.

“Kenaikan harga bahan baku tahu dan tempe naik sekitar 10 persen. Hal ini dipicu oleh faktor nilai tukar rupiah, serta adanya gangguan pasokan dari pasar global,” papar Eko Wijatmiko saat dikonfirmasi Infobekasi.co.id, Rabu (20/5/2026).

Akibat kenaikan tersebut, harga kedelai saat ini sudah menyentuh angka Rp15.000 per kilogramnya. “Kisaran harga kedelai saat ini ada di angka Rp13.000 hingga Rp15.000 per kilogram,” ujarnya.

Kondisi ini tentu membebani para pengrajin tahu dan tempe. Menurut hasil pantauan dan analisisnya, para pelaku usaha menyiasati kenaikan ini dengan cara mengurangi takaran atau ukuran produk dijual, namun tetap mempertahankan harga jual agar tidak kehilangan pembeli.

“Para pengrajin tahu dan tempe menyiasatinya hanya dengan mengecilkan ukuran produknya saja. Sebab jika harga jualnya dinaikkan, sudah pasti pembeli atau konsumen akan keberatan dan mengeluh,” tuturnya.

Hingga saat ini, pihak Disdagperin Kota Bekasi terus melakukan pemantauan perkembangan harga di pasar serta mencari formula terbaik untuk menanggulangi tingginya harga bahan baku, baik yang berasal dari dalam negeri maupun khususnya barang impor.

(Fahmi/DR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *