Timnas Terancam Gagal Tampil di Sea Games

120896_large
Polemik atara PSSI dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akhirnya berujung pada pembekuan organisasi PSSI. Alhasil, keputusan tersebut membuat Indonesia terancam gagal tampil pada perhelatan multi event olahraga, Sea Games 2015 di Singapura, Juni 2015.

Selain itu, Indonesia juga terancam akan mendapat sanksi dari Federasi Sepakbola Dunia atau FIFA. Kendati ajang Sea Games tidak berada dalam naungan FIFA, tetapi sanksi FIFA berupa larangan tampil di ajang Internasional yang membuat Indonesia tidak dapat ikut serta dalam Sea Games.

“Jalannya SEA Games itu berada di bawah Olympic Council of Asia (OCA) di mana negara-negara anggotanya juga ada yang menjadi anggota FIFA. Ini akan menjadi masalah apabila FIFA nantinya melarang Indonesia bertanding dalam ajang internasional,” kata pengamat sepak bola Anton Sanjoyo.

Anton kemudian mencontohkan, tim-tim yang jadi lawan Indonesia di SEA Games bisa saja menolak bertanding melawan Timnas Indonesia karena PSSI sedang disanksi FIFA.

“Kalau bertanding domestik masih bisa bermain, namun untuk SEA Games dan ajang-ajang internasional lainnnya dipastikan Indonesia tidak bisa bertanding,” katanya.

Keputusan Kemenpora untuk membekukan PSSI dan tidak mengakui segala aktifitas PSSI, termasuk kepengurusan yang baru terbentuk pada KLB PSSI 2015 di Surabaya ini menimbulkan pro dan kontra. Ada yang menilai Kemenpora terlalu dalam mencampuri urusan PSSI, namun tak jarang juga yang mendukung keputusan ini demi perbaikan sepak bola Indonesia ke depannya.

Salah satunya ialah anggota komisi X DPR RI, Kresna Dewa. “Semua sepakat bahwa jika ini memang diperlukan untuk perbaikan sepak bola Indonesia, kami sepakat. Namun yang perlu dicermati, ketika ada peralihan seperti ini, bagaimana nasib kompetisi (Liga Indonesia). Lalu bagaimana dengan agenda Timnas Indonesia ke depan (SEA Games 2015 dan Kualifikasi Piala Dunia 2018), siapa yang akan mengurusnya?,” ujarnya seperti yang dikutip seputartimnas.com.

Dalam surat keputusannya, Kemenpora sudah menyatakan bahwa urusan kompetisi (Liga) dan juga Timnas akan diurus oleh Tim Transisi yang akan dibentuk Kemenpora, dan akan bekerja sama dengan KONI, KOI, dan Program Indonesia Emas (PRIMA).

“Apakah KONI-KOI juga siap mengatasi semua permasalahan sepak bola dengan baik,” pungkasnya.

Keputusan pembekuan PSSI diambil Kemenpora karena ingin menegakkan aturan di mana klub-klub yang tampil di Liga Indonesia harus memenuhi standar klub profesional.

Hal yang wajib dimiliki ialah akta kepemilikan klub, memiliki badan hukum (perusahaan), dan tidak memiliki utang terhadap pemain, pelatih, dan stafnya. Hal inilah yang mengganjal Arema dan Persebaya untuk bisa lolos verifikasi Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI). (fhi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini