Bekasi Timur – Aksi mogok pedagang daging sapi memasuki hari ketiga, Selasa (11/8) hari ini. Kerugian yang didapat dari aksi ini ditaksir sampai menembus Rp 4 Juta.
Hal itu disampaikan oleh salah seorang pedagang daging sapi di pasar Baru Bekasi, Sugiono (55) saat ditemui infobekasi.co.id di kediamannya.
“Kita demo sudah tiga hari, Selasa terakhir. Selama tiga hari ini bisa rugi antar 3 sampai 4 juta rupiah,” kata dia.
Ia mengakui, aksi mogoknya ini karena mendapat instruksi untuk melakukan mogok dagang se jabodetabek.
“Harga lagi nggak stabil, jadi memang lebih baik kita mogok dagang. Persediaan sapi sedikit jadi kita untung-untungan kualitas sapinya, sementara harga tetap saja tinggi,” imbuhnya.
Pedagang daging yang sudah berjualan sejak tahun 1985 ini mengaku, biasanya ia mampu menjual 2-3 kuintal daging perhari.
“Sekarang pemasukan daging impor dibatasi. Sementara stok daging lokal terbatas. Imbasnya permintaan tinggi tapi stok habis, harga sampai tembus 120 per kg,” jelas Sugiono.
Semestinya, lanjut dia, peternak dan petani disiapkan terlebih dahulu. “Jangan langsung dibatasi daging impornya secara drastis, sementara kondisi belum siap. Semestinya pengurangan stok ini dilakukan secara bertahap.” Tandasnya.(sel)






























