Lagi, Bocah Bekasi Jadi Korban Kekerasan Seksual

ilustrasi-pemerkosaan-_130131074215-936Bekasi Selatan – Jelita, sebut saja demikian. Gadis yang baru berusia 16 tahun ini mesti menanggung beban, lantaran keperawanannya direnggut oleh lelaki yang baru dikenalnya.‬

‪Hal ini terungkap dalam sidang di Pengadilan Negeri Kota Bekasi, pada Jumat (6/11). Orang tua korban, Marhum Malau (56) dan Boru Sitorus menceritakan jika peristiwa ini bermula saat putri pertama dari 3 bersaudaranya ini, baru saja nonton tv di rumahnya di Kavling Babelan Indah, RT 09/10, Desa Kabelan, Babelan, Kabupaten Bekasi pada Minggu, 4 Oktober 2015 lalu.‬

‪Nah, tak berselang lama, korban dijemput menggunakan sepeda motor oleh dua teman sekolahnya. Dia adalah FB dan IS, yang juga tetangga satu desa dengan korban. Kedua wanita itu lalu mengajak korban, untuk bermain ke rumah temannya yang ketiga, berinisial TR, di wilayah Desa Srimukti, Tambun Utara. Alasannya bermain adalah untuk menginstal ponsel BBM, milik salah seorang dari mereka.‬

‪”Namun berdasarkan kesaksian korban, saat sesampainya di rumah TR, tak ada orang. Yang ada hanya seorang pria, namanya Maryudi alias Unguy (18),” kata ayah korban saat ditemui Lampu Hijau, kemarin (6/11).‬

‪Di situlah, korban lalu ditinggal sendirian oleh kedua temannya FB dan IS. Mereka pergi dengan alasan untuk membeli pulsa di sebuah warung yang tak jauh dari lokasi.‬

‪Dalam kondisi itulah, rupanya pelaku lalu mengajak korban untuk menegak beberapa gelas minuman keras jenis ciu. Awalnya korban yang masih duduk di bangku kelas 2 SMAN di wilayah Tambun itu menolak. Namun, ia akhirnya tak berdaya, lantaran Maryudi yang juga penganguran tamatan STM itu memaksa, bahkan mengancam diri korban berkali-kali.‬

‪”Kata anak saya, minum kamu kalau enggak minum, kamu saya buang di jalan nanti,” ucap Marhum, mengisahkan ulang.‬

‪Korban lalu mabuk, tak sadarkan diri. Ia kemudian di bawa ke kebun kosong, yang tak jauh dari rumah temannya TR. Di kebun yang sepi dan jarang orang lewat itulah, korban dipaksa melayani hawa nafsu pelaku.‬

‪”Kejadiannya jam 10 malam. Tempatnya memang sepi, gelap, di kebun singkong dan semak semak gitu,” jelasnya.‬

‪Mendapati anaknya tak pulang, Marhum yang juga seorang wartawan mingguan Gema Pendidikan di wilayah Bekasi ini panik. Ia lalu berinisiatif untuk mencari putri pertamanya ini ke rumah FB dan IS.‬

‪”Saya datangi rumah mereka, tapi pas saya tanya kemana anak saya mereka malah bilang, ‘enggak tau’ kok begitu jawabnya. Saya pun paksa mereka untuk jawab, hingga akhirnya mereka bilang anak saya ada di rumah TR, temannya yang lain,” jelasnya.‬

‪Di sanalah, ayah korban mendapati anaknya sudah compang camping. Bajunya kotor penuh tanah. Ia pun penasaran, hingga akhirnya korban bercerita jika ia telah diperkosa oleh seorang lelaki yang tak dikenalnya.‬

‪Marhum langsung saja melapor kasus ini ke Polsek Tambun. Petugas akhirnya bergerak cepat, hingga akhirnya pelaku berhasil diamankan di rumahnya. Kasus inipun, telah berjalan di PN Kota Bekasi.‬

‪Namun, keluarga korban tidak merasa puas, lantaran Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut pelaku dengan hukuman 3 tahun penjara.‬

‪”Masa kasus pencabulan anak ini hukumannya tiga tahun. Ini terlalu ringan. Coba bayangkan, anak saya sampai trauma dan tak mau sekolah lagi,” kesal ayah korban. (tio)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini