Skip to content

Gagal Tanam Hampir 3 Musim, Petani Desa Karagharja Pebayuran Minta Perbaikan Irigasi

Infobekasi.co.id – Ratusan hektare lahan persawahan tersebar di empat desa wilayah Kecamatan Pebayuran kini terancam gagal panen akibat kekeringan parah. Pasokan air irigasi tak mengalir optimal karena saluran pendistribusian tertutup endapan lumpur, sehingga petani kesulitan menyiram tanaman padi yang mulai mengering.

Kondisi paling memprihatinkan dirasakan warga Desa Karangharja, yang sudah hampir tiga kali musim gagal menanam padi. Dampak serupa juga dirasakan petani di Desa Karangsegar dan desa sekitarnya.

Sebelumnya, para petani kedua desa ini telah menyampaikan keluhan saat melakukan audiensi terkait aliran air yang belum juga masuk ke area persawahan.

“Aspirasi yang disampaikan adalah kondisi nyata saat ini, di mana air belum bisa masuk dan mengalir ke lahan-lahan sawah petani,” ujar Camat Pebayuran, Hasyim Adnan Adha, dikutip, Rabu (29/7/2026).

Hasyim menambahkan ironi yang terjadi, pasokan air di bagian hulu sebenarnya masih tersedia melimpah, namun tidak dapat menjangkau wilayah Karangsegar maupun Karangharja karena terhalang pendangkalan saluran.

“Di hulu air melimpah dan mengalir lancar, tetapi ironisnya tidak sampai ke Desa Karangsegar maupun Karangharja,” tegasnya.

Penyebab utama terhambatnya aliran adalah sedimentasi yang menumpuk di saluran irigasi BKG 15 hingga 25. Sementara itu, saluran BKG 26 sudah berhasil dinormalisasi secara swadaya berkat kerja sama masyarakat dan pemerintah setempat.

Pemerintah Kecamatan menilai penanganan menyeluruh harus segera dilaksanakan, mengingat masalah ini menyangkut ketahanan pangan daerah dan kelangsungan hidup ribuan petani.

“Ini menyangkut ketahanan pangan, sehingga sangat mendesak untuk segera dicarikan solusi penanganan secara tuntas. Harapannya ke depan petani bisa kembali menanam dan memanen dengan baik,” beber Hasyim.

(Fahmi/drs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *