BEKASI SELATAN – Seiring dengan curah hujan yang tinggi akhir-akhir ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan persiapan dalam menghadapi banjir dan waspada puting beliung.
Kepala BPBD Kota Bekasi, Herri Ismiradi mengatakan, peningkatan kewaspadaan ini telah sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Walikota kepada BPBD untuk Siaga bencana banjir darurat dan puting beliung.
“Yang utama, masyarakat jangan parkir dibawah pohon, baik motor dan mobil untuk mewaspadai angin puting beliung. Terutama di kota jangan parkir di depan reklame dan panggung. Juga, tidak berada di tengah lapang pada saat kosong,” ujar Herri saat ditemui infobekasi.co.id, Rabu (17/2).
Lanjut dia, apabila ada pohon-pohon besar dan tua juga semestinya perlu dipangkas. Dan bagi warga untuk membantu memperlancar saluran pembuangan.
“Pohon besar dipangkas, bukan ditebang loh ya. Kemudian untuk memperlancar saluran juga, warga diimbau untuk jangan buang sampah sembarangan, apalagi di saluran pembuangan sehingga menyebabkan mampet,” jelasnya.
BPBD pun, lanjut Herri, terus meningkatkan pelayanan mulai dari personil, peralatan teknis, keterampilan serta jaringan informasi dan komunikasi dengan BMKG.
“Kami juga menyediakan 6 posko banjir di 6 kecamatan yang kami pandang rawan banjir, yaitu di jatiasih, Bekasi Selatan, Bekasi Utara Medansatria, Bekasi Timur dan Rawalumbu,” jelasnya.
Herri mengatakan, apabila warga ingin meminta bantuan kepada BPBD, bisa langsung mendatangi posko banjir yang ada di kantor masing-masing kecamatan tersebut.
“Masyarakat yang mau bantuan, bisa langsung ke kecamatan untuk laporan. Beberapa keluhan yang masuk hingga hari ini diantaranya untuk bantuan SAR, keluhan saluran kurang lancar akibat timbunan sampah yang menumpuk. Sehingga dari yang tadinya tidak banjir menjadi banjir,” pungkas dia.(sel)





























