Film Religi Thriller Pertama di Indonesia

Asma Nadia
Asma Nadia

Siapa yang tidak kenal Asma Nadia? Seorang istri sekaligus penulis buku religi yang tulisannya mampu menyayat hati pembacanya, khususnya bagi para perempuan.

Buku milik Asma Nadia yang berjudul “Pesantren Impian”, yang terbit pada 2004, difilmkan oleh Hanung Bramatyo, dan sudah rilis sejak 3 Maret 2016. Film ini merupakan film religi pertama yang bergenre drama thriller. Tidak seperti kebanyakan film religi lainya, didalam film ini sarat akan pesan.

Film ini disutradarai oleh Ifa Isfansyah, dan dimainkan oleh sederet artis terkenal, seperti Prisia Nasution, Dinda Kanya Dewi, Indah Permatasari, dan Fahri Albar.

Film ini bercerita tentang sepuluh orang gadis cantik yang mendapatkan undangan misterius untuk pergi ke Pesantren Impian. Sebuah pondok kecil yang didirikan oleh Gus Budiman. Tujuan pesantren ini didirikan untuk memberikan kesempatan kedua bagi siapa saja yang memiliki masa lalu yang gelap untuk memperbaikinya.

Semua gadis yang datang memiliki masalah tersendiri. Sisy, seorang model seksi datang bersama sahabatnya yang bernama Inong. Butet, memiliki masalah tentang kasus narkobanya. Sri, memiliki masalah dengan skandal pelacurannya. Sementara Rini, yang dari luar terlihat lugu, ternyata hamil diluar nikah. Selain mereka, masih banyak orang dengan sederet persoalannya. Termasuk Eni, seorang polwan muda, cantik, cerdas dam masih muda yang sedang meneliti kasus pembunuhan di Hotel Crystal, dan mendapatkan petunjuk bahwa tersangkanya berada di Pesantren Impian ini.

Tidak mudah mencairkan suasana yang kaku diantara para santriwati yang tidak pernah saling mengenal sebelumnya. Sebab masa lalu dan berbagai persoalan yang menghampiri mereka sudah berkarat. Namun ada tiga orang yang selalu menyemangati para santriwati, yaitu Ustadz Agam dan Ustadzah Hanum, serta Umar, sosok laki-laki tampan yang misterius, dan juga dekat dengan Gus Budiman. Secara perlahan pintu hati mereka terbuka, mereka perlahan mengenal Islam lebih dalam. Pesantren itu adalah rumah kedua bagi mereka, yang menawarkan oase sejuk yang tak pernah mereka dapatkan.

Hinga suatu hari pesantren mulai diserang. Kematian-kematian para santriwati yang aneh mulai terjadi. Penghuni pesantren mulai takut, keadaan semakin mencekam. Apa yang sedang terjadi? Siapa yang menyerang pesantren tersebut? Bisakah Eni dan kawan-kawan selamat dari serangan tersebut? (DSY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini