Penganut Aliran Kepercayaan, Pinta Nama Aliran Dicantumkan di KTP

KTP elektronikBEKASI SELATAN – Data Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang ada di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bekasi, menunjukkan bahwa ada sejumlah warga yang menganut aliran kepercayaan.

“KTP elektronik itu terpsusat, artinya  kita tidak bisa mengubah aplikasi. Memang ada sejumlah warga yang menganut aliran kepercayaan di Kota Bekasi,” kata Kepala Disdukcapil Kota Bekasi, Alexander Zulkarnain, Jumat (20/05).

Alexander mengatakan, ada enam agama yang diakui oleh Republik Indonesia, yang sesuai dengan UU 23 Tahun 2006, tentang Kolom Agama, dan UU No. 23, Tahun 2006, tentang Administrasi Kependudukan, sehingga bagi para warga penganut kepercayaan tertentu, tidak ada isian dalam kolom agama.

“Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu, Konghucu, dan jika seseorang menganut aliran kepercayaan tertentu, maka ada didata saja, dalam hal ini tercatat di Dukcapil, akan tetapi tidak muncul di KTP-nya,” ujarnya.

Menurutnya, terkait persoalan adanya warga yang menganut aliran kepercayaan, yang menginginkan dimasukan nama aliran kepercayaan tersebut di dalam kolom agama, maka  itu kebijakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang memiliki program dan teknisnya.

“Di sini saya tidak memiliki kebijakan tentang hal itu. Kalau ada yang mau diubah, usulkan saja ke pusat. Memang untuk di Kota Bekasi jumlah warga penganut aliran kepercayaan ada 1.600-an,” katanya.

Pihaknya mengaku hanya sebagai pengguna aplikasi yang disiapkan oleh kementrian saja, dari jaringan, sampai aturan.

“Tugas kita di sini hanya mencatat data-data kependudukan, termasuk agama. Kemendagrilah yang punya kebijakan,” tambahnya.

Ada satu kecamatan yang warganya banyak menganut aliran kepercayaan, yaitu Kecamatan  Jatisampurna.

“Data kita ada semua, tapi saya tidak ada kapasitas menerangkan di mana saja,” ujarnya. (Ez)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini