ASWAD BIN YAZID AN NAKHA’I HINGGA KELELAHAN DALAM KETAATAN PADA RABBNYA
Adalah Aswad bin Yazid An Nakha’i Al Kufi. Disebutkan dalam Hilyah Al Auliya (2/224) bahwa beliau mengkhatamkan Al Quran dalam bulan Ramadhan setiap dua hari, dan beliau tidur hanya diwaktu antara Maghrib dan Isya. Sedangkan di luar Ramadhan beliau menghatamkan Al Quran dalam waktu enam hari.
Sehingga tampak raut wajahnya yang kurus dan pucat, menandakan kelelahannya menikmati dan menghabiskan waktunya untuk ketaatan.
Tidak hanya bermujahadah dalam mengkhatamkan Al Quran, dalam ibadah shalat, Imam Adz Dzahabi menyebutkan bahwa tabi’in ini melakukan shalat 6 ratus rakaat dalam sehari semalam. (Al Ibar wa Al Idhadh, 1/86).
Memanglah, semua agenda Ramadhan itu melelahkan bagi manusia, namun Allah SWT bangga pada mereka yang merasakan kelelahan dalam ketaatan pada-Nya.
Berapa banyak orang yang rela melelahkan dirinya bukan untuk ketaatan pada Rabbnya? Dan itu adalah sia-sia meskipun berbalut lelah karena amal kemanusiaan.
Kelelahan seperti itulah kelelahan yang tiada guna yang disindir Allah SWT dengan ungkapan:
عَامِلَةٌ نَاصِبَةٌ
“Bekerja keras lagi kepayahan”
QS. Al Ghasyiyah: Ayat 3
Oleh : Ust. DH Al Yusni






























