infobekasi.co.id – Bagi Ali Ismail (42), pedagang bubur asal Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Bekasi, menjelajahi jalanan ibu kota sudah lewat masanya. Kini, ia memilih untuk berdagang hanya di wilayah Tambun saja demi kesibukan lain yang lebih utama.
“Saya ada kegiatan lagi setelah dagang bubur,” kata ayah dua anak ini sembari menyebutkan bahwa dirinya juga mengelola kios air isi ulang dan toko kelontong di rumahnya.
Dulu, sebelum memiliki kesibukan lain, Ali bersama rekan-rekannya rela berjuang di tengah dinginnya pagi hingga ke Jakarta membawa dagangan hingga 4 liter bubur.
“Kalau sekarang cuma dua liter sudah cukup, dan jam 9 pagi sudah pulang,” ucap Ali.
Ada sisi menyentuh hati dari sosok yang akrab disapa Bang Ali ini. Setiap pagi, sebelum mulai berkeliling, dirinya menyempatkan diri beristirahat sejenak di gerbang Perumahan Mangunjaya Indah 1. Di emperan toko fotokopi yang ada di sana, Dia menuntaskan bacaan Al-Qur’an.
Sambil menunggu pembeli, Ali juga menyiapkan beberapa paket bubur dalam wadah sterofom untuk dibagikan secara gratis kepada yang membutuhkan.
“Makanya saya berhenti melalang buana ke Jakarta supaya bisa menyempatkan baca Quran,” kata lelaki asal Kampung Pulo RW 56 Sumberjaya ini.
Saat ditemui, Bang Ali tampak sibuk membalik halaman demi halaman Al-Qur’an berukuran mini dan membacanya dengan suara lirih. Di depannya terparkir sepeda motor berisi dagangan. Setelah setengah jam menyelesaikan tilawahnya, barulah Ia mulai berkeliling menawarkan dagangan.
Masih kata Bang Ali, sang istri yang menyiapkan seluruh dagangan, mulai dari masakan bubur, bumbu, toping, hingga sate jeroan dan telur puyuh. Menurut Bang Ali, berdagang hanyalah ikhtiar, sementara rezeki adalah ketetapan Allah SWT.
“Dagang mah ikhtiar dalam mencari rezeki, sedangkan yang menentukan adalah Yang di Atas (Allah SWT),” pungkasnya.
(H.Saban Jr)
Editor : D. Rosyadi






























