Sadis, Jatuh Cinta Pada Pengacara Bangkrut, Ini yang Dialami Blanche Monnier!
Cinta memang membuat seseorang rela melakukan apapun demi untuk bisa bersama dengan pasangan. Seperti yang dialami oleh perempuan asal Paris, Blanche Monnier, yang hidup pada era Victoria berikut ini.
Blanche merupakan anak seorang bangsawan. Ketika ia berusia 25 tahun (1876), ia jatuh cinta kepada seorang laki-laki yang umurnya lebih tua, dan bukan termasuk kaum bangsawan. Laki-laki yang dicintai olehnya hanyalah seorang pengacara bangkrut. Dan tentu saja hubungan keduanya tidak direstui oleh ibunya Blanche.
Namun tiba-tiba saja Blanche hilang. Tidak ada yang pernah melihatnya lagi. Dan tentu saja kejadian hilangnya Blanche ini membuat keluarganya menjadi “bersedih”.
Dua puluh lima tahun kemudian, saat Blanche masih juga belum ditemukan (saat itu 23 Mei 1901), petugas di kantor kejaksaan Paris menerima sebuah surat misterius. Isi dari surat tersebut mengatakan bahwa ada kejadian serius yang terjadi di loteng rumah Madame Monnier.
Tuan Jaksa yang baik, dengan hormat aku memberitahu tentang ini. Ada kejadian serius yang terjadi di loteng rumah Madame Monnier. Ia dalam kondisi menyedihkan dan telah tinggal selama 25 tahun dalam kubangan kotorannya.
Kaget dengan surat tersebut, polisi kemudian segera menginvestigasi rumah keluarga Monnier.
Di loteng rumah Madame Monnier, petugas menemukan ruangan yang digembok. Dan ketika pintu itu berhasil dibuka, bau tak sedap segera tercium. Tak hanya itu saja, polisi juga melihat seorang perempuan yang kondisinya sangat memilukan. Tubuhnya kurus kering dengan setengah telanjang, dan kasurnya dipenuhi oleh sisa-sisa makanan dan kotorannya.
Setelah diperhatikan, polisi akhirnya meyakinkan bahwa perempuan tersebut adalah Blanche. Ia telah terkurung selama dua puluh lima tahun di atap loteng rumahnya!
Salah seorang saksi mata yang berada di lokasi menggambarkan betapa menderitanya Blanche.
“Sungguh malang perempuan itu. Ia nyaris telanjang di atas ranjang. Di sekitarnya hanyalah feses, sisa makanan, sayuran, daging, dan ikan busuk,” tutur saksi mata itu seperti dikutip dari Liputan6.com dalam Daily Mail.
“Udara di sekitar Nona Blanche pun tak kalah tengiknya. Kami semua nyaris tak bisa bernafas,” ujar saksi mata itu lagi.
Nyonya Monnier, yang meskipun mendapatkan banyak penghargaan atas kontribusinya kepada kota, langsung ditahan.
Ia meninggal lima belas hari kemudian setelah memberi kesaksian terhadap perbuatan kejinya kepada putri cantiknya. Mengunci putrinya di ruangan sempit, di loteng, karena telah menolak memutuskan hubungan cinta terlarangnya.
Selama dua puluh lima tahun, Blanche makan dari sisa-sisa makanan ibunya. Ia tetap menjalani hukumannya meskipun kekasihnya telah meninggal pada 1885.
Saudara laki-laki Blanche, Marcel, bersaksi untuk membantu ibunya meski ia sendiri ditahan selama lima belas bulan. Ia kemudian bersaksi bahwa Blanche sebenarnya boleh meninggalkan ruangan itu kapan saja, tapi ia memilih untuk tetap berdiam diri di sana.
Blanche Monnier sendiri pada akhirnya meninggal di sebuah sanatorium di Bois pada 1913. (Adm)

