Alami Kenaikan Pasien Rawat Inap, RSUD Bekasi Berhutang Obat

RSUD Kota BekasiBEKASI SELATAN –  Dengan meningkatnya jumlah pasien yang ditangani Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi, membuat instansi yang saat ini dipimpin Titi Masrifahati ini harus menanggung hutang pembelian obat.

Hutang obat ini diakibatkan lonjakan pasien rawat inap yang harus mendapatkan pengobatan. Dan hutang obat ini merupakan konsekuensi dalam merespon kebutuhan akan obat yang meningkat dan tidak mungkin ditunda.

“Kalau kita lihat grafik rawat inap 2015, itu jumlahnya sebanyak 18.767 pasien. Sedangkan 2014, jumlah pasien rawat inap jumlahnya mencapai 16.925 pasien. Dan yang rawat jalan di 2015, angkanya mencapai 239.470 orang, sedangkan pada 2014, jumlahnya mencapai 216.050 orang,” jelas Titi, Senin (18/07).

Kemudian, adanya jenis obat yang semula untuk penyakit tertentu (contoh hemofilia), yang semula harus dirujuk ke rumah sakit lain, kini dapat ditangani di RSUD, karena ketersediaan SDM dokter subspesialisasinya, dan prasarana pendukung juga sudah lengkap.

Titi juga menambahkan, peningkatan nominal obat yang dihutang RSUD didapat dari persoalan banyaknya pasien yang menggunakan jaminan kesehatan seperti BPJS, SKTM, serta asuransi swasta.

“Terkait pelayanan harus cepat, Jika kita tunda sampai tahun depan, menunggu alokasi tambahan anggaran dulu, artinya responsivitas kita kurang dan pasien bisa terbengkalai,” ujarnya. (Ez)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini