BEKASI SELATAN – Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota Bekasi meminta agar orangtua lebih mengawasi anak-anaknya saat menggunakan gadget. Hal ini dikatakan oleh Roni Pasha, selaku ketua KPAID Kota Bekasi, Selasa (26/07).
Menurutnya, penggunaan gadget yang berlebihan pada anak membuat mereka cenderung lambat dalam memahami pelajaran. Bukan hanya itu, terkadang sebagian game ataupun tontonan pada gadget, memperlihatkan kekerasan, sehingga hal ini bisa berdampak negatif terhadap perkembangan psikologis anak. Maka dari itu, sebagai orangtua, harus membatasi penggunaan gadget pada anak, dan sebaiknya mendampingi mereka ketika menggunakan benda tersebut, supaya tidak memberikan pengaruh buruk terhadap perkembangannya. Apalagi saat ini banyak anak yang sedang terhipnotis pada game baru buatan Amerika, yakni Pokemon Go, kebanyakan anak mengesampingkan dampak bahaya dari bermain game di tempat terbuka atau fasilitas umum.
”Harus perketat lagi dalam melakukan pengawasan kepada anak. Saat ini banyak ditemui anak–anak yang bermain game di tempat terbuka atau fasilitas umum. Pernah saya coba menegur anak yang sedang demam Pokemon Go di jalanan, saya tanya ke dia, lagi main apa kok sampai main di jalan? Tau-taunya lagi sibuk cari ikon monster pada game tersebut. Walah…mereka tidak mengerti banyak bahayanya jika main game di jalan raya,” papar Cak Roni, sapaan akrab Roni Pasha, Selasa (26/07).
Lebih dalam lagi Cak Roni menjelaskan, mencegah dampak buruk gadget bisa dilakukan dengan cara bersikap bijak dalam memperkenalkan gadget kepada anak. Jangan memberikan gadget khusus untuk mereka, biarkan mereka menggunakan milik orangtua, sehingga penggunaannya bisa dibatasi dengan mudah. Apabila anak menggunakan gadget orangtua, sebaiknya koneksi internetnya diputus supaya anak tidak mengklik situs yang tidak dianjurkan. Selain itu, orangtua juga harus senantiasa mendampingi anak ketika menggunakan teknologi tersebut.
”Kebanyakan dari orangtua, kalau anak minta beli gadget, langsung dibelikan saja. Seharusnya kenali dulu pada anak-anak anda terkait dampak negatif dan positifnya, berikan gadget milik anda saja, agar anak tidak mengakses permainan atau situs yang tidak dianjurkan. Putus saja koneksi internetnya dan terus awasi dalam penggunaanya,” ujar Roni.
Anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang cukup tinggi sehingga ketika melihat orangtuanya menggunakan gadget, pasti berusaha untuk meraihnya. Sebagian orangtua terkadang langsung memberikannya supaya si kecil tenang dan tidak rewel. Memang tidak ada salahnya memberikan gadget bagi anak, namun apabila hal tersebut menjadi kebiasaan, akan berbahaya juga.
Sebuah penelitian mengatakan, bahwa anak kecil sangat rentan terkena radiasi bila dibandingkan dengan orang dewasa. Gadget tidak hanya menimbulkan radiasi yang berbahaya bagi anak, akan tetapi pancaran sinar dari layar tersebut juga sangat membahayakan kesehatan si kecil. Oleh karena itu, sebaiknya anak-anak terhindar dari gadget, supaya tidak membahayakan kesehatannya. Anak-anak masih mengalami perkembangan sistem saraf sehingga sangat rentan terkena radiasi. (Ez)






























