Sejumlah Warga Keluhkan Minimnya Sarana Bermain Anak

minimnya-sarana-bermain-anakBEKASI SELATAN – Minimnya sarana bermain anak di Kota Bekasi, mulai dikeluhkan sejumlah warganya. Bahkan mereka harus bepergian ke pusat perbelanjaan untuk mendapatkan tempat bermain anak yang kondusif di Kota Bekasi.

Erna Afridayanti, warga Pekayon, Bekasi Selatan, misalnya. Dirinya cukup prihatin dengan minimnya ketersediaan sarana bermain anak di Kota Bekasi.

Menurut dia, Pemkot Bekasi yang mencanangkan Kota Bekasi sebagai Kota Layak Anak (KLA) beberapa waktu yang lalu, sudah seharusnya lebih aktif memikirkan dan menyediakan sarana dan prasarana pendukung tersebut.

“Masih sangat minim, jadi beberapa warga harus bepergian ke beberapa pusat perbelajaan atau mal untuk membawa anak-anaknya bermain,” ujar ibu satu anak ini.

Ia menegaskan pula, selain itu, ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) atau lokasi taman khusus bagi anak-anak bermain di sejumlah titik di Kota Bekasi, juga sangat jarang.

Jika hal ini diperhatikan dengan lebih serius, bukan tidak mungkin terwujudnya sarana bermain anak yang lebih kondusif dan memadai di Kota Bekasi.

“Jika Pemkot Bekasi maupun dinasnya mau sedikit lebih peduli, bukan tidak hanya anak-anak saja yang bisa memanfaatkannya, para pelajar pun bisa menggunakannya sebagai sarana belajar yang cukup nyaman nantinya,” kata dia.

Terpisah, Muhammad Taufan, warga Tytyan Kencana, Bekasi Utara, mengatakan, beberapa waktu yang lalu Pemkot Bekasi secara tegas menyatakan akan menyediakan Taman Lalu-Lintas bagi anak-anak yang posisinya tepat bersebelahan dengan Monumen Tugu Bekasi yang berada di Alun-Alun Kota Bekasi.

“Tetapi hingga saat ini, rencana tersebut tidak terealisasi dan hanya angin surga saja,” tutur Taufan.

Ia juga mengatakan, jika hal tersebut bisa direalisasikan sebagai wujud nyata dari janji Pemkot Bekasi, maka hal ini akan menambah tingkat dan rasa kepercayaan warga terhadap para pemimpinnya di Kota Bekasi.

“Bagaimana kami mau percaya dengan para pemimpin kami, jika janji mereka saja sulit ditepati?” ujarnya.

Bahkan di daerah lain, karena minim sarana bermain anak, sejumlah anak-anak lebih memilih untuk bermain di Tempat Pemakaman Umum (TPU).

“Mudah-mudahan hal ini tidak terjadi di Kota Bekasi,” harapnya. (Apl)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini