Dinas Pertanian dan Perikanan Optimalkan 10 Persen Lahan Aktif di Kota Bekasi

BEKASI SELATAN – Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Bekasi, Momon Sulaeman, mengatakan bahwa pihaknya akan mengoptimalkan 10 persen lahan aktif pertanian di Kota Bekasi dengan mengembangkan konsep urban farming.

“Yang mau dioptimalkan ialah lahan-lahan kosong di Kota Bekasi. Masih ada 10 persen dari tanah di Kota Bekasi ini yang bisa dikembangkan dari pertanian. Dengan konsep urban farming, jadi pertanian di perkotaan,” ujar Momon kepada infobekasi.co.id, Jumat (13/01).

Menurutnya, meskipun saat ini telah berkembang era teknologi yang sudah maju, namun pertanian hingga saat ini tetap menjadi tumpuan negara, terutama untuk kebutuhan pangan.

“Kemarin kita sudah pernah juga melakukan panen raya tiga pilar di daerah Kranji. Hal-hal seperti itulah yang akan kami optimalkan,” imbuhnya.

Kondisi lahan pertanian saat ini, kata dia, masih gabung dengan masyarakat, dimana tiap kelurahan dan kecamatan ada sepuluh persen untuk pertanian. Rata-rata lahan tersebut tersebar di Kota Bekasi, seperti Bekasi Utara, Bantargebang, Mustikajaya, Kranji, serta daerah-daerah pinggiran.

“Namun kendalanya itu juga banyak punya pengembang. Nanti kami kerja sama dengan para pengembang. Wali kota aja udah ada lahan PT Timah dikerjasamakan dengan Dinas Pertanian. Dari pada lahan itu tidur,” ujar dia.

Selain itu, lanjut dia, ada lagi cara-cara urban farming perkotaan, seperti tabula pot, yaitu menanam dengan memanfaatkan pot.

“Atau minimal ada halaman di rumah jangan dibiarkan. Di samping mungkin bisa dimanfaatkan sebagai tanaman obat-obatan, juga bisa ditanam sayur-mayur. Jangan sampai ada yang kosong. Kalau harga mahal kan kita bisa pakai tanaman sendiri,” tuturnya. (Sel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini