Industri Kue Rumahan, Mulai Diserbu Konsumen

BEKASI TIMUR – Selama bulan ramadan ini, sejumlah pemilik usaha makanan ringan meraup untung hingga dua kali lipat.

Seperti usaha kue kering yang dimiliki Haryati, warga Gang M. Biyan, Rt03, Rw06, Kelurahan Durenjaya, Bekasi Timur, mengakui sudah kebanjiran order pesanan sebelum bulan ramadan tiba.

“Kalau boleh dibilang omsetnya naik hingga 100 persen, beda seperti hari-hari biasa hanya sekitar 10-35 persen pesanannya,” tutur Haryati kepada infobekasi.co.id, Minggu (11/6).

Kue kering yang dibanderol mulai dari Rp52.000 ribu hingga Rp65.000 per toplesnya, mampu dijualnya hingga ratusan toples dalam hitungan hari.

Meskipun tergolong industri kecil dan rumahan, diakuinya, kue kering yang masih menjadi primadona di masyarakat mulai dari nastar, kastangel, lidah kucing, putri salju dan beberapa kue kering yang biasa diproduksi selama bulan ramadan.

“Harganya cukup terjangkau dan beberapa diantaranya masih menjadi primadona di kalangan pelanggannya,” tambahnya.

Selain tidak menguras kantong, Haryati mengakui, dari segi rasa, kue hasil produksinya pun juga dipasarkan ke sejumlah instansi dan luar Kota Bekasi.

“Alhamdulillah pelanggan tetap saya masih sama dan kalau diamati ada penambahan setiap tahunnya, karena selain kualitas dan rasa yang dipertahankan, bahan-bahan yang dipergunakannya pun tergolong aman,” ungkapnya. (Apl)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini