Hanya Senggolan Motor, Kakak dan Adik Dikeroyok Lalu Motornya Dirampas

BEKASI TIMUR – Berawal dari senggolan di jalan, seorang ojek online Arjuna (23) dan Adiknya Gagah (21) babak belur di hajar kawanan pelaku yang berjumlah 6 orang dengan menggunakan 2 sepeda motor di depan Bodi dan cat Mitsubishi Jalan Juanda Kelurahan Margahayu Kecamatan Bekasi timur.

Bukan hanya itu saja, usai mengeroyok korban para pelaku juga mengambil sepeda motor korban Suzuki satria B 3094 FJB. Rabu (12/07) sekitar pukul 02.30 WIB.

Menurut korban, saat kejadian dirinya bersama adiknya ini, berencana pulang ke rumahnya di Kampung Siluman Kelurahan Mangunjaya Tambun Kabupaten Bekasi. Namun saat di jalan, sepeda motornya bersenggolan dengan motor para pelaku. Para pelaku mengejar dan menganiaya korban hingga babak belur.

”Kejadian berawal karena senggolan, para pelaku mengejar dan menganiaya dirinya. Bukan hanya itu, mereka juga membawa kabur motor dirinya,” ungkap Arjuna saat ditemui di rumah sakit
Korban yang juga merupakan ojek online.

Lalu Arjuna mengontak rekan-rekannya dan mencari para pelaku. Satu dari enam orang pelaku bernama Ajay (19) akhirnya ditemukan di depan Alfamart Papan Mas Tambun Selatan. Lalu di keroyok kembali, hingga tak sadarkan diri. Saat akan di larikan ke rumah sakit Polri, Ajay tewas.

“Seorang pelaku ditemukan, warga lalu mengeroyok pelaku dan saat akan dilarikan ke rumah sakit akhirnya pelaku tewas,” kata Kompol Erna kepada infobekasi.co.id.

“Hingga saat ini polisi masih melakukan pengejaran terhadap lima orang pelaku lainnya yang saat ini masih buron. Karena kejadian awal berada di daerah Bekasi Timur, akhirnya kasusnya ditangani Polsek Bekasi Timur,” tambah Erna.

Erna mengaku, kelima pelaku lainnya sudah teridentifikasi keberadaannya dan dalam waktu dekat bisa kita tangkap. Kasus penganiayaan dan perampokan kini ditangani Polsek Bekasi Timur dan Polres Metro Bekasi Kota.

“Kita tunggu aja, tim resmob masih mengejar pelaku lainnya. Apabila ditangkap pelaku bisa dijerat dengan Pasal 365 junto Pasal 170 KUHAP dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara,” tutup Erna.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini