Infobekasi.co.id – Tol Layang Jakarta-Cikampek telah dibuka untuk umum sejak Minggu lalu. Selama tiga hari dibuka, berbagai gangguan kendaraan terjadi di ruas jalan tol layang terpanjang di Indonesia tersebut.
Berdasarkan catatan PT Jasa Marga Tbk, gangguan kendaraan diantaranya mobil mogok akibat mesin sebanyak 17 kali, pecah ban 13 kali, kehabisan BBM delapan kali. “Gangguan cenderung menurun setiap harinya,” kata Direktur Operasi PT Jasa Marga Tbk, Subakti Syukur di Bekasi, Kamis (19/12).
Ia mengatakan, jalan tol tersebut belum ada rest area atau parking bay. Karena itu, pihaknya meminta kendaraan yang melintas di atas betul-betul prima supaya tak mengalami gangguan di atas jalan yang membentang dari Cikunir sampai ke Karawang.
Menurut dia, ada sebanyak empat mobil derek yang standby membantu kendaraan mengalami gangguan. Dua mobil ada di pintu masuk di kilometer 48 mengarah ke Jakarta dan dua lagi berada di kilometer 10 mengarah ke Cikampek wilayah Cikunir.
“Ada mobil ambulans, tiga Patroli Jalan Raya (PJR) dari Korps Lalu Lintas Kepolisian RI (Korlantas Polri) dan satu rescue,” katanya.
Ia menambahkan, gangguan pecah ban tak berkaitan dengan kondisi infrastuktur jalan yang telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 12 Desember lalu. Hasil pengecekan, kata dia, kendaraan pecah ban karena kondisinya sudah tipis.
“Kalau sudah tipis timbul panas, karena itu bagi pengguna jalan yang bannya tipis sebaiknya tidak memakai atas, karena akan panas dan pecah,” ujarnya. (fiz)






























