KP2C Perluas Informasi Ketinggian Air Kali Bekasi

Infobekasi.co.id – Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C) berkomitmen untuk melebarkan sayap kemitraannya dengan instansi pemerintah hingga organisasi kemasyarakatan, baik skala domestik maupun internasional. Area layanan KP2C juga diperluas.

Hal itu dikemukakan Ketua KP2C, Puarman, di Sekretariat KP2C di Bojongkulur, Kecamatan Gunung Putri, Bogor, Senin (16/03).

Ajakan kemitraan itu dilontarkan KP2C menyusul telah diterimanya Surat Menkumham tentang Pengesahan Pendirian Badan Hukum Perkumpulan Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KPSCC/KP2C) No. AHU-0001811.AH.01.07 Tahun 2020, tertanggal 3 Maret 2020.

Menurut Puarman, dengan mengantongi legalitas tersebut, KP2C akan berekspansi atau melebarkan sayap kegiatan dan kemitraannya. Ekspansi itu termasuk memperluas area layanan ke sejumlah perumahan di kawasan Kabupaten Bekasi yang sebelumnya belum tersentuh.

“Bila tadinya kami fokus pada kegiatan peringatan dini tentang ancaman banjir (early warning system) di wilayah Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi, mulai 2020 kami juga memberikan layanan informasi ke anggota di wilayah Kabupaten Bekasi,” tutur Puarman dalam keterangan tertulis diterima redaksi infobekasi.co.id pada Senin (16/3).

Selain itu, tambah Puarman, KP2C juga akan fokus pada isu-isu kebencanaan dalam kerangka asistensi dan assessment. “Kami juga siap mengoperasikan peralatan pemantau tinggi muka air (TMA) sungai dan cuaca yang dimiliki operator lain,” ujar Puarman.

Kini, area layanan KP2C tentang info TMA sungai, kebencanaan hingga kegiatan pelestarian sungai di sepanjang sungai Cileungsi, Cikeas dan Kali Bekasi, mencapai ke wilayah terjauh sebelum air meluncur ke laut di kawasan Babelan, Kabupaten Bekasi.

Puarman tak menampik jika ada tawaran kemitraan dari organisasi atau badan pemerintah di luar negeri. “Kami siap bekerjasama dengan siapapun sejauh demi kemaslahatan umat,” tandasnya.

Sejauh ini, KP2C telah membangun kemitraan dengan sejumlah instansi pemerintah seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Kemitraan juga dijalin dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWS CC), Perum Jasa Tirta, dinas terkait di lingkungan Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di kedua wilayah tersebut. Dan aparat kepolisian dan TNI.

“Namun semua kemitraan itu perlu diperluas dan dipertajam, sehingga bisa menghasilkan satu kolaborasi yang harmoni agar tercipta rasa aman warga yang bermukim di bantaran ketiga sungai tersebut,” jelas Puarman.

Saat ini jumlah anggota langsung KP2C lebih dari 10.000 orang. Jumlah ini terpantau dari 14 WA Grup dan telegram KP2C, ditambah dari media sosial seperti Twitter, Instagram hingga Facebook.

Adapun jumlah perumahan yang terdampak bahaya banjir akibat meluapnya ketiga sungai tersebut sebanyak lebih dari 40 perumahan. Anggota KP2C tersebar di beragam perumahan tersebut, mulai dari yang berklasifikasi “high” hingga “middle”.

Selain diakses anggota KP2C, info TMA sungai dan berbagai info KP2C lainnya juga diakses oleh para pejabat di lingkungan Muspida setempat. Oleh mereka, info KP2C dijadikan salah satu panduan dalam pengambilan keputusan. (fiz/kp2c)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini