Kisah Maman: Ngojek Sepi, Istrinya Terancam Dirumahkan

Infobekasi.co.id – Maman, 31 tahun, mulai was-was. Sebab, setelah penghasilannya menurun drastis sebagai tukang ojek pangkalan, kini istrinya yang bekerja sebagai buruh pabrik terancam dirumahkan akibat dampak dari pandemi virus corona.

“Soalnya sudah 700-an buruh yang dirumahkan,” katanya ketika berbincang dengan Infobekasi.co.id.

Istrinya adalah buruh di pabrik garmen di bilangan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Sejak sepekan ini, perusahaan hanya memproduksi masker. Oleh karena itu, ada pengurangan buruh secara besar-besaran.

“Sekarang tinggal 300-an, itu hanya memproduksi masker,” ujar Maman.

Tak jelas sampai kapan kondisi itu akan pulih. Soalnya, perusahaan memberikan kabar kalau akhir bulan ini akan diliburkan, menyusul pabrik pertama di Jakarta Timur telah diliburkan karena produksi garmen tak bisa diekspor.

“Kalau jadi dirumahkan, ya wassalam. Enggak ada lagi penghasilan,” kata warga Tambun Utara, Kabupaten Bekasi ini.

Menurut dia, sejak tiga pekan ini penghasilannya sebagai ojek pangkalan tidak menentu. Ia berharap pemerintah dapat membantu untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari selama masa pandemi yang belum jelas berakhirnya.

“Sudah didata oleh RT, katanya mau diberikan bantuan dari pemerintah, tapi tidak tahu kapan,” kata dia. (fiz)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini