Warga Jatimulya Protes Penutupan Jembatan

Infobekasi.co.id – Merasa terganggu dengan rencana penutupan Jembatan Dua yang menghubungkan RW 07 dan 08 Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, warga memasang spanduk penolakan.

Spanduk dipasang di atas jembatan penyeberangan (overpass) jalan Tol Jakarta-Cikampek. Spanduk berwarna kuning putih itu dibentangkan di sisi utara dan selatan. Isinya “Menolak penutupan akses jembatan (overpass) KM 18+300, sebelum relokasi jembatan baru di lokasi kami”.

Di bagian warna putih berisi puluhan tanda tangan warga yang menolak.

Penolakan itu merupakan hasil kesepakatan warga RW 07 dan 08 yang memang merasa terganggu dengan penutupan tersebut. “Kami sudah musyawarah disaksikan lurah Jatimulya dan sepakat menolak ditutupnya akses jalan tersebut,” ujar Agus, satu warga di sana.

Lurah Jatimulya, Charles Mardianus, membenarkan ada rencana penutupan permanen Jalan Jembatan Dua dan saat ini mendapat penolakan warga sekitar sesuai keputusan bersama. “Mereka sudah musyawarah pada Sabtu lalu,” ujarnya.

Jalur tersebut imbuhnya, merupakan akses utama bagi warga untuk keluar ke Kalimalang, baik ke kota maupun ke wilayah Kabupaten Bekasi. Karena jalur overpass tersebut menjadi akses uatama .

“Kalau hujan dan banjir di underpass tol Jakarta-Cikampek, jembatan itu bisa menjadi jalur alternatif warga,” katanya.

Penutupan permanen itu sendiri dilakukan Pimpro LRT, karena lahan tersebut masuk sebagai areal pembangunan Depo LRT yang saat ini sedang dilakukan pemancangan konstruksi. Nantinya Proyek Strategi Nasional (PSN) itu akan memanjang hingga ke KM 19.

Proyek LRT adalah satu dari sekian banyak PSN yang pembangunannya dilakukan pemerintah pusat, yang bertujuan untuk pemerataan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Reporter: Saban

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini