Infobekasi.co.id – Sulitnya mencari lahan untuk hunian di Ibukota Jakarta membuat kalangan pengembang agresif mengembangkan kawasan penyangga ibu kota, seperti Bogor, Tangerang, dan Bekasi. Salah satunya yakni dengan pengembangan superblok dan hunian vertikal (apartemen) yang dilakukan pengembang-pengembang besar.
Bekasi, adalah salah satu sasaran empuk para pengembang-pengembang ternama, sebut saja PT Summarecon Agung Tbk, PT Agung Sedayu, PT Metropolitan Land Tbk , Trans Corp, Adhi Karya Gedung dan banyak lagi konsorsium perusahaan yang sudah go public.
Kalau di Kabupaten Bekasi, Grup Lippo, bertengger dengan kota impian Meikarta yang merencanakan bangunan hunian dan sekaligus penunjangnya termasuk pusar perbelanjaan, sekolah, rumah sakit dan sarana olah raga.
Selain munculnya hunian vertikal pertumbuhan properti sektor ritel atau pusat perbelanjaan juga ikut mendompleng. Tengok saja sejumlah mal sudah beroperasi beberapa tahun silam dan berdasarkan pengamatan Infobekasi.co.id ada 7 Mal yang sejak tahun 2016 beroperasi, yaitu Bekasi Junction di Jalan Ir Juanda Bekasi Timur, Grand Galaxy City Mall, di Jalan Raya Pekayon, Bekasi Selatan.
Mal Summarecon Bekasidi Bekasi Utara, Bekasi Grand Metropolitan Mall di Jalan KH Noer Alie Bekasi Selatan, Mal Bekasi, Jl Sultan Agung Kranji sera Bekasi Trade Center 2 di Jalan Joyomartono Bekasi Timur.
Pemkot Bekasi sendiri justru menganggap kemacetan yang terjadi merupakan petanda geliat pembangunan ekonomi. “Kalau macet, berarti roda perekonomian bergerak,” kata Walikota Bekasi Rahmat Effendi, beberapa waktu lalu.
Rencana pembangunan hunian vertikal (apartemen) di Kota Bekasi, mencapai 40 proyek dan ini mengalami peningkatan signifikan dalam tiga tahun terakhir.
Kepala Dinas Tata Ruang Kota Bekasi, Junaedi mengatakan hingga saat ini ada 40 proyek apartemen telah dipasarkan para pengembang dengan total unit mencapai 70.135 unit. “Investor datang sendiri,” katanya.
Seperti diakui Junaedi, Pemkot Bekasi, tidak akan membatasi pembangunan apartemen sejauh ada lahan dan ketentuannya sudah pas serta tidak ada masalah dengan masyarakat sekitar.
Menurut Rahmat, apartemen dengan konsep hunian sekaligus sarana perbelanjaan dan hiburan sangat potensial menambah pendapatan asli daerah (PAD), terutama dari pajak restoran.
Namun begitu, Pepen mengaku, tidak akan begitu saja member kesempatan pengembang membangun apartremen ataupun superblock di wilayahnya, “Kami memberi kemudahan kepada pengembang asal mau membantu kesulitan Pemkot dalam membuat infrastruktur,” tandasnya dan itu sudah dibuktikan dengan beberapa pengembang.
Pemkot, menurut Pepen, mengaku masih mengandalkan peran serta masyarakat untuk membangun infrastruktur, “Sudah banyak pihak swasta yang membantu kami, di antaranya fly over KH Noer Ali, pembangunan SMAN 17,” katanya.
Reporter: Saban






























