Sebulan Menjelang Ramadan, Stok Jengkol di Bekasi Melimpah

Infobekasi.co.id – Biasanya menjelang puasa, jengkol langkaa dab harganya pun selangit, namun kini buah yang merupakan tumbuhan asli daerah tropis di kawasan Asia Tenggara, melimpah di Bekasi.

Di Pasar Induk Cibitung, setiap hari lima sampai enam truk buah yang tanamannya juga tumbuh di Malaysia dengan nama jering/jiring ini masuk dari Lampung, “Biasanya ada 30 ton perharinya turun di sini,” ujar Yulianto, bandar jengkol di Pasar Induk Cibitung.

Jengkol di Thailand disebut cha niang, di Myanmar (danyin), dan Nepal (dhinyindi) ini memnang memiliki bau khas. Namun bagi chef yang pandai mengolahnya, makanan ini menjadi nikmat dan bernilai jual tinggi.

Harga perkilonya saat ini di Pasar Induk Cibitung Rp 15 ribu/kg tanpa dipilih, “Kalau dipilih lain lagi bisa Rp 20 ribu,” kata Yulianto. Sedangkan sampai ke pedagang sayur keliling harganya mencapai Rp 25 ribu/kg dengan mutu bagus.

Karenanya kini selain peminat bisa membeli langsung di pasar, banyak reseller, yang membeli dari tengkulak dan menjual kembali baik langsung maupun secara online. Tengok saja di sejumlah media sosial. Jengkol lengkap dengan foto dan harganya berkisar Rp 18 ribu s/d Rp 25 ribu, diposting seorang reseller.

Ini berbanding terbalik dengan tahun 2018 dan 2019 yang harganya menjelang puasa mencapai Rp 100 ribu dan sempat turun Rp 60 ribu, “Dulu orang beli jengkol sama seperti beli daging,” tutur Narkim, penjual sayur mateng yang sempat tidak mengolah jengkol beberapa bulan. “Kalau barangnya ada, harga mahal pun orang yang hobi pasti membelinya,” lanjutnya

Kini harga jengkol murah, namun pembeli sepi, “Sepi mungkin karena kebanyakan barangnya,” kata Mutia, pedagang jengkol di Pasar Tambun, Bekasi. Dia pun mengaku pasokan banyak, jadi semua pedagang sayur sedia jengkol. (saban)

Reporter: saban jr

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini