Harga Cabai Rawit di Bekasi Semakin ‘Pedas’

Infobekasi.co.id – Harga cabai rawit merah makin pedes aja. Meski pasokan dari produsen cabai di kota-kota besar Pulau Jawa ke Pasar Induk Cibitung melimpah, namun harganya tembus mencapai Rp 110 ribu/kilogram.

“Ini harga paling tinggi selama tahun ini,” ujar Malik, bandar cabai di Pasar Induk Cibitung, rabu (10/03/2021). Menurut dia, kenaikan mulai terasa saat musim penghujan pada Desember tahun lalu. “Awalnya Rp 65 ribu kemudian naik menjadi Rp 70 ribu, Rp 85 ribu dan sekarang sudah Rp 110 ribu.” Jelas lelaki asal Madura ini.

Sementara itu di sejumlah pasar tradisional, baik yang dikelola Pemda maupun Pemkot Bekasi, harga cabai rawit merah telah melonjak sejak pertengahan Februari 2021. Pada minggu keempat Februari, harga rata-rata cabai rawit merah di pasar tradisional di Bekasi mencapai Rp 100 ribu per kilogram.

Para banda cabai di Pasar Induk Cibitung mengaku lonjakan harga disebabkan oleh banjir yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia pada pertengahan Februari 2021. “Katanya ada daerah yang biasa kirim cabai kebanjiran,” ujar Malik.

Sementara itu pedagang gorengan, terpaksa irit saat memberi cabai pada pembeli, “Biasanya gorengan hanya diberi beberapa butir cabai saja,” kata Rumin, pedagang gorengan. Menurutnya dia hanya membeli cabai se-ons cukup.

Cabai yang banyak masuk ke Pasar Induk Cibitung kebanyakan dari Kota-kota di Priangan seperti Garut dan Lembang. Cabai dari daerah ini terkenal pedas dan panas kalau terkena tangan.

Sejumlah provinsi yang biasa memasok cabai kini sepi, seperti Jawa Timur merupakan provinsi penghasil cabai rawit terbesar di Indonesia.
Produksinya terus meningkat. Sedangkan Jawa Barat menjadi produsen terbesar kedua dan Jawa Tengah menjadi produsen terbesar ketiga.

Reporter: Saban

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini