Infobekasi.co.id – Harga cabai rawit merah di Kabupaten Bekasi mengalami kenaikan. Di Pasar Induk Cibitung, saat ini cabai rawit merah harganya mencapai Rp65 ribu per kilogram.
Kaum ibu mengeluhkan kenaikan harga cabai rawit merah ini. Karena kenaikan harganya terjadi di saat harga kebutuhan pokok lainnya melonjak.
“Setiap mau bulan puasa pasti ada aja barang yang naik harganya, lah ini harga cabai naik, kebutuhan yang lain aja harganya belum turun,” kata Lita (30), warga Desa Tambun, Kecamatan Tambun Selatan, Kamis (10/3).
Lita berharap harga cabai bisa kembali normal. Karena dengan naiknya harga-harga kebutuhan pokok, akan semakin memberatkan warga.
“Minyak goreng aja masih susah, ini cabai harganya naik. Mudah-mudahan harganya bisa pada stabil lagi, kasihan yang ekonominya pas-pasan,” ungkapnya.
Baca juga : Antre Minyak Goreng di Bekasi: Dari Emak-emak Hingga Pegawai Pemerintah
Kasubbag TU UPTD Pasar Induk Cibitung, Isep Kadarisman mengatakan, kenaikan harga cabai rawit merah terjadi sejak beberapa hari lalu. Bahkan kenaikan harganya bisa terjadi setiap hari.
“Cabai rawit merah per kilogram hari ini Rp65 ribu. Rabu kemarin masih Rp60 ribu, naik Rp5 ribu,” katanya.
Dia mengatakan, pada Selasa (8/3) lalu harga cabai rawit merah Rp55 ribu per kilogram. Dua hari kemudian, harganya melonjak naik Rp5 ribu per kilogramnya.
“Naiknya setiap hari Rp5 ribu,” ucapnya.
Menurut Isep, stok barang yang berkurang menjadi penyebab utama kenaikan harga cabai rawit merah. Karena cuaca buruk masih terjadi di daerah pemasok cabai.
“Kalau cabai kan kami ambil dari Madura, Garut dan Ciwidey. Perkebunan cabai di sana selalu diguyur hujan sehingga waktu petik berkurang. Kalau dipaksakan cabainya gampang busuk karena basah,” ungkapnya.(kendra)






























