Kaki Kanan Didor, Penyiram Air Keras ke Anak Istri dan Mertua di Bekasi Ditangkap

Infobekasi.co.id – RS alias Kenji (26), pelaku penyiram air keras ke anak, istri dan mertuanya di Kampung Jagawana, Desa Sukarukun, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi akhirnya tertangkap setelah beberapa hari melarikan diri dengan cara berpindah-pindah tempat.

Polisi terpaksa melumpuhkan kaki kanan pelaku karena mencoba kabur saat akan ditangkap di kediamannya pada Sabtu (9/7) kemarin.

“Karena pencariannya memang cukup lama, dan berusaha melarikan diri ketika dilakukan penangkapan, maka terhadap tersangka dilakukan tembakan tegas terukur,” ucap Kapolres Metro Bekasi, Kombes Gidion Arif Setyawan, saat konferensi pers, Senin (11/7).

Gidion mengatakan, di hadapan penyidik Kenji mengaku melakukan perbuatan tersebut karena sakit hati kepada SH (25), istrinya yang sudah mengucapkan kata-kata kasar saat mereka bertengkar. Dia pun menjadi dendam dan tega menyiram air keras ke anak, istri serta mertuanya.

“Apapun masalahnya, kekerasan itu tidak menyelesaikan permasalahan apalagi menggunakan air keras,” kata Gidion.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku diketahui sengaja merencanakan aksi tersebut. Dia meminta temannya yang berinisial A membeli air keras di toko kimia di Cikarang Utara. Saat ini, A masih diburu polisi.

Baca juga : Kapolres Metro Bekasi Ultimatum Pelaku Penyiram Air Keras

“Dia sengaja beli bukan untuk apa pun selain melukai istrinya sendiri. Ada rekannya yang diminta untuk membeli karena kondisi yang bersangkutan jobless atau enggak kerja. Harga air kerasnya nanti kami dalami lebih lanjut,” ucapnya.

Kenji dikenakan Pasal 76 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak, atau Pasal 44 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan KDRT, atau Pasal 355 KUHP, Pasal 353 KUHP, Pasal 351 KUHP, dengan ancaman hukuman 12 tahun kurungan penjara.

Sebelumnya, seorang pria di Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, tega menyiram istri, anak dan mertuanya dengan air keras. Pengangguran ini diduga melakukan perbuatan itu karena kesal lantaran sang istri terus minta cerai akibat tidak dinafkahi.

Peristiwa ini terjadi pada Senin (20/6) sekitar pukul.03.00 WIB di Kampung Jagawana RT04 RW07 Desa Sukarukun. Saat itu, pelaku bernama Kenji (26) yang berada di luar rumah tiba-tiba pulang dan mendobrak pintu.

Di dalam rumah dia melihat istrinya, SHD (25), mertuanya SH (57) dan anaknya, RE (2) sedang tertidur pulas. Tiba-tiba tanpa rasa kasihan, dia langsung menyiramkan air keras ke arah mereka bertiga.

Sontak istri, anak dan mertuanya terbangun dan kaget. Ketiganya mengalami luka bakar di bagian wajah, tangan dan kaki. Sementara pelaku langsung melarikan diri.(kendra)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini