Penyiram Air Keras ke Anak Istri dan Mertua di Bekasi Sudah Rencanakan Aksinya

Infobekasi.co.id – RS alias Kenji (26), penyiram air keras ke anak, istri dan mertuanya di Kampung Jagawana, Desa Sukarukun, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi mengaku sakit hati dengan ucapan SH (25) saat mereka bertengkar.

Rasa sakit hati itu pun membuat pria pengangguran ini dendam hingga gelap mata. Dia tega menyiram air keras ke anak, istri dan mertuanya yang sedang tertidur pulas hingga mengalami luka bakar di sekujur tubuh.

Di hadapan petugas, Kenji mengaku air keras yang digunakan untuk menyiram korban sudah disimpan terlebih dahulu di rumah temannya yang berinisial A. Dia mendapatkan air keras tersebut setelah menyuruh A membelikannya di toko kimia di Cikarang Utara.

Sebelum digunakan untuk melukai ketiga korbannya, Kenji sempat mendengar kalau SH, istrinya yang dinikahi secara siri pergi dengan lelaki lain dan pulang pada tengah malam.

“Air keras disimpan di rumah teman. Tetangga saya bilang istri saya baru jalan sama cowok, pulangnya jam 12 malam,” kata Kenji saat dihadirkan pada konferensi pers di Mapolres Metro Bekasi, Senin (11/7).

Mendengar kabar itu, emosi Kenji pun memuncak. Beberapa hari kemudian tepatnya pada Senin (20/6) sekitar pukul 03.00 WIB, dia kembali ke rumah dengan cara mendobrak pintu.

Di dalam kamar dia melihat istrinya yang sedang tertidur lelap bersama mertuanya. Tanpa rasa kasihan, Kenji langsung menyiramkan air keras yang sudah dia ambil dari rumah A ke arah istri, mertua dan juga anaknya.

“Pas pulang pintu saya dobrak, saya ke kamar, cuma ngeliat dua orang doang lagi tidur, enggak tahu kalau ada anak saya di situ,” katanya

Baca juga : Kaki Kanan Didor, Penyiram Air Keras ke Anak Istri dan Mertua di Bekasi Ditangkap

Kapolres Metro Bekasi Kombes Gidion Arif Setyawan mengatakan, pelaku dengan sengaja merencanakan aksi tersebut. Dia meminta temannya yang berinisial A membeli air keras di toko kimia di Cikarang Utara.

Saat ini pihak kepolisian masih memburu A yang sudah masuk dalam DPO.

“Dia sengaja beli bukan untuk apa pun selain melukai istrinya sendiri. Ada rekannya yang diminta untuk membeli karena kondisi yang bersangkutan jobless atau enggak kerja. Harga air kerasnya nanti kami dalami lebih lanjut,” ucapnya.

Kenji dijerat Pasal 76 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak, atau Pasal 44 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan KDRT, atau Pasal 355 KUHP, Pasal 353 KUHP, Pasal 351 KUHP, dengan ancaman hukuman 12 tahun kurungan penjara.

Sebelumnya, seorang pria di Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, tega menyiram istri, anak dan mertuanya dengan air keras. Pengangguran ini diduga melakukan perbuatan itu karena kesal lantaran sang istri terus minta cerai akibat tidak dinafkahi.

Peristiwa ini terjadi pada Senin (20/6) sekitar pukul.03.00 WIB di Kampung Jagawana RT04 RW07 Desa Sukarukun. Saat itu, pelaku bernama Kenji (26) yang berada di luar rumah tiba-tiba pulang dan mendobrak pintu.

Di dalam rumah dia melihat istrinya, SHD (25), mertuanya SH (57) dan anaknya, RE (2) sedang tertidur pulas. Tiba-tiba tanpa rasa kasihan, dia langsung menyiramkan air keras ke arah mereka bertiga.

Sontak istri, anak dan mertuanya terbangun dan kaget. Ketiganya mengalami luka bakar di bagian wajah, tangan dan kaki. Sementara pelaku langsung melarikan diri.(kendra)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini