107 Objek Bersejarah di Kabupaten Bekasi Dikaji Ulang, Ini Tujuannya

Infobekasi.co.id – Sebanyak 107 objek bersejarah bakal dikaji ulang oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi. Pengkajian ulang ini bertujuan untuk melengkapi berbagai data yang diperlukan pada berbagai objek sejarah.

“Itu tugas kami setelah dibentuk serta dilantik akan mengkaji kembali data-data yang telah ada di dinas sebanyak 107 dalam bentuk bangunan, struktur, benda serta situs,” ujar Ketua Tim Ahli Cagar Budayawan Kabupaten Bekasi Wahyudi.

Ratusan objek bersejarah tersebut, kata Wahyudi, merupakan data yang dihimpun oleh Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bekasi. Hanya saja, kebenaran data masih memerlukan penelitian lantaran hanya berasal pencatatan langsung maupun laporan dari warga.

“Kami akan upayakan untuk ditinjau ulang. Itu kan data yang dilaporkan warga di situ di kampungnya ada cagar budaya tapi dari segi keilmuan belum bisa dibuktikan. Makanya akan ditinjau kembali,” katanya.

Peninjauan tersebut bakal berlangsung komprehensif berdasarkan berbagai disiplin ilmu yang dimilki para anggota tim ahli.

“Seperti saya dari hukum, ada dari arkeolog, ada dari berbagai ilmu lainnya. Maka kami teliti berdasarkan disiplin ilmu yang kami miliki,” ujarnya.

Wahyudi menambahkan, peninjauan tidak terbatas pada objek yang belum teruji nilai historisnya. Beberapa situs populer di Kabupaten Bekasi pun akan turut ditinjau kembali.

“Misalnya Gedung Juang Tambun yang sejauh ini menggambarkan sejarah Bekasi, akan ditinjau kembali. Tujuannya untuk menjawab kemungkinan bahwa ada sejarah yang lebih luas lagi pada cagar budaya tersebut,” ungkapnya.

Penelitian ini ditargetkan akan selesai pada 2023 mendatang. Pada sisa tahun ini, penelitian bakal dilakukan secara marathon pada sedikitnya 50 objek.

“Target kami sampai Desember itu 50 objek dan sekarang sudah berjalan. Kemudian sisanya pada 2023 mendatang,” ucapnya.

“Jika memang tidak ada nilai sejarahnya boleh jadi dicoret. Tetapi kalau ada yang nilai sejarahnya justru lebih luas tentu akan diusulkan menjadi cagar budaya,” lanjut Wahyudi.(kendra)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini