infobekasi.co.id, (Red: Deros) – Malam mulai larut, seorang ibu bertopi caping mengayuh sepeda mini, dengan membawa aneka dagangan jajanan cemilan, serta aneka kue seharga dua ribu rupiah perbungkus.
Menariknya ada termos pemanas air dan beberapa renceng kopi shacet dijejer dalam dagangan tersebut.
“Ini dagangan kopi starling (kopi keliling). Sama makanan ringan,” ujar Sariyem, saat ditanya jurnalis infobekasi.co.id di pinggir kali Irigasi Bekasi (22/03/23) malam.
Terlihat Sariyem dengan wajah lelah, namun tetap ramah menjajakan jualan kopi starling dari sore hingga larut malam seharga Rp.3000 per gelas plastik.
“Jualannya muter ajah. Biasanya mangkal kalau ada tempat pinggir jalan orang ramai lagi pada kumpul,” ucap Sariyem.
Lelah sudah pasti, Wanita asal Jawa ini pantang menyerah dalam mencari rezeki di pinggir Ibu Kota Jakarta. Baginya, kerja keras tidak menghianati hasil.
“Kalau saya malas-malasan mau makan apa. Masa berharap dari kasihan orang lain. Harga diri lah,” tegasnya.
Bukan hanya Sariyem saja yang mencoba mencari keuntungan dari jualan kopi starling. Ada banyak pedagang kopi starling juga yang muter berjualan, mulai berjualan mengelilingi komplek perumahan, hingga mangkal di tempat keramaian seperti lokasi hijau, taman bermain pada sore hari.
“Kita keliling muter-muter. Ke perumahan biasanya ada kuli bangunan pada mau ngopi, sampai ke tempat keramaian di taman, kan masyarakat biasanya pada main ya di situ sambil jajan,” cerita Sariyem.
Jika sedang ramai, Ia meraup keuntungan berjualan kopi keliling sekitar Rp.500 ribu per hari. Biasanya pembeli orang-orang yang sedang santai di pinggir jalan butuh ngopi.
“Lumayan buat menyambung hidup. Kalau sepi kita syukuri ajah berapa pun hasil jualan. Tetap berusaha jangan bergantung pada orang lain,” tutur Ia.
Duka pedagang kopi starling jika ada keamanan perumahan setempat, suka diusir security. Sebab ada perumahahan yang tidak membolehkan pedagang berjualan.
“Ya kita main kucing-kucingan. Kalau lokasi yang dilarang berjualan padahal disitu ramai. Mau gimana lagi ya, kita usaha,” ungkap Sariyem.
Bukan hanya itu, ternyata juga antar sesama pedagang kopi keliling saling berebut lapak jualan. Biasanya tiap lokasi sudah ada yang jualan kopi. Jika sudah begitu, Sariyem lebih baik mengalah, cari lokasi lain.
“Jualan kopi keliling begini juga banyak saingannya. Hampir tiap lokasi sudah ada yang jualan. Bagi yang baru jualan ya risiko pidah tempat, cari lokasi yang belum ditempatin pedagang kopi starling,” tandasnya.
(Deros Dede Rosyadi)








































