1.440 Balita di Kabupaten Bekasi Terindikasi Obesitas, Ini Sebabnya

infobekasi.co.id – Data Dinas Kesehatan setempat hingga pertengahan tahun 2023 mencatat, sebanyak 1.440 anak usia bawah lima tahun (balita) di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, terindikasi mengalami kelebihan berat badan (obesitas).

“Obesitas menjadi salah satu persoalan gizi pada balita menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bekasi selain stunting dan gizi buruk,” ungkap Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Supriadinata di Cikarang, pada Sabtu (01/07/23).

Pemicu obesitas, kata Supri, pada balita disebabkan beberapa faktor. Mulai dari pola makan tidak sesuai dengan anjuran kesehatan, yakni tidak sehat, porsi berlebih, hingga faktor genetik.

Peran aktif orang tua dibutuhkan untuk mencegah obesitas, mengingat pemicu persoalan gizi ini berawal dari konsumsi makanan tidak sehat, berlebihan, serta konsumsi makanan dan minuman tinggi kalori, namun rendah nutrisi tanpa diikuti aktivitas fisik cukup.

“Kemudian persoalan di wilayah-wilayah urban seperti di Kabupaten Bekasi itu banyak orang tua yang bekerja. Bapak dan ibunya pergi pagi dan pulang malam. sementara bayinya diasuh orang lain. Bisa jadi, agar diam si bayi dikasih makanan minuman manis secara terus-menerus hingga memicu obesitas,” beber Ia.

Lebih jauh Supri memaparkan, obesitas pada balita juga bisa disebabkan faktor internal, yakni keturunan atau kelainan genetik. Meski kecenderungan faktor ini relatif lebih kecil dibandingkan pengaruh lingkungan luar, yakni pola makan tidak sehat dan berlebihan.

“Mengacu teori klasik H.L. Bloom, penyakit yang ditimbulkan akibat faktor genetik peluangnya cenderung lebih kecil hanya 10 persen,” jelasnya.

Pihaknya menghimbau masyarakat melakukan upaya pencegahan obesitas. Selain menerapkan pola makan sehat dan seimbang, berat badan dan panjang atau tinggi badan balita juga harus dipantau secara berkala di Posyandu.

“Orang tua harus membawa bayi ke posyandu, ditimbang rutin setiap bulan ketika ada kenaikan yang tidak wajar dapat langsung dikonsultasikan ke dokter di Puskesmas terdekat di sekitar Posyandu. Pemerintah juga rutin melakukan Bulan Penimbangan Balita dari Februari-Agustus sekaligus pemberian Vitamin A,” tandas Ia seperti dikutip dari Antara.

(Dede Rosyadi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini