Terlilit Setoran Arisan Wanita Asal Bekasi Nekat COD Jual Bayi, Ini Kronologinya

infobekasi.co.id – Seorang wanita asal Bekasi diamankan Polrestabes Semarang lantaran menjual bayi laki-lakinya yang masih berumur 14 hari. Dan akhirnya, wanita berinisial HI (29) menyerahkan diri ke pihak kepolisian membeberkan alasannya menjual sang bayi.

Penjual dan pembeli sang bayi melakukan transaksi cash on delivery (COD) di salah satu hotel di Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa, 11 Juli 2023.

Wakapolrestabes Semarang, AKBP Wiwit Ari Wibisono mengungkapkan, wanita asal Bekasi itu menjual bayi kepada warga Mranggen berinisial AP (39).

Bayi berusia dua minggu ini dijual kepada pembeli seharga Rp 30 juta. Kini penjual HI dan pembeli AP ditetapkan sebagai tersangka kasus perlindungan.

“Dugaan tindak pidana penjualan bayi yang berhasil ditangani Unit PPA Polrestabes Semarang. Pasal yang diterapkan yakni 76 F Jo Pasal 83 UU RI No. 35 tahun 2014 perubahan atas UU RI No.23 tahun 2002 hukuman penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun,” ujar AKBP Wiwit Ari Wibisono saat merilis kasus di Mapolrestabes Semarang, Selasa (18/7/23). dikutip dari viva.

AKBP Wiwit menjelaskan, kasus ini bermula ketika HI pada 15 Juli 2023 mendatangi dan menyerahkan diri ke Polrestabes Semarang dan mengaku telah menjual anaknya untuk membayar utang. Alasan tersangka ini melaporkan dirinya sendiri agar anaknya telah dijual kepada orang lain itu dikembalikan.

Tersangka menyesal dan takut kepada suaminya yang tak tahu keberadaan kabar anaknya. Lalu tersangka mencoba menghubungi pembeli untuk meminta bayinya secara paksa.

Pembeli bayi merasa sudah memiliki bayi itu pun langsung memblokir nomor ibu korban lantaran diminta untuk mengembalikan bayinya. Lalu tersangka HI melaporkan diri sendiri ke pihak kepolisian agar pembeli itu dapat diketahui keberadaannya. Suami tersangka berinisial R juga melaporkan perlakuan istrinya ke pihak kepolisian.

Polrestabes Semarang yang menerima laporan itu langsung melakukan pemeriksaan dan mengamankan kedua tersangka.

“Akibat peristiwa itu korban menjadi terpisah dari ayah kandung dan tidak mendapat asi dari tersangka (HI, ibu kandung),” jelas AKBP Wiwit.

Di sisi lain, ibu kandung bayi mengaku nekat menjual anaknya karena terlilit setoran arisan kepada peserta. Karena sangat membutuhkan uang, Ia langsung memposting anaknya di media sosial dengan dalih adopsi anak.

“Setelah bertemu dengan pembeli, saya pulang ke Bekasi lalu saya menyesali mau anak saya balik saya coba hubungi AP tapi kontak saya diblokir,” terang tersangka HI.

“Tapi uangnya sudah saya pakai 25 juta tapi saya minta anak saya kembali. Uangnya saya pakai buat bayar setoran arisan ke peserta karena pengelolanya kabur,” imbuhnya.

Sedangkan tersangka AP (si pembeli bayi) mengaku memang berniat untuk membeli anak, lantaran belum memiliki momongan. AP mengetahui postingan tersangka HI langsung menghubunginya untuk segera melakukan transaksi jual beli bayi.

“Saya memang adopsi karena belum memiliki momongan. Anak ini memang sudah saya niati untuk diasuh,” ujar tersangka AP, sang pembeli bayi tersebut.

(Dede Rosyadi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini