32 Desa Alami Kekeringan, MUI Bekasi Intruksikan Salat Minta Hujan

Infobekasi.co.id – Akibat kemarau panjang hingga sebabkan kekeringan ekstrem, Pemerintah Kabupaten Bekasi kini tengah memodifikasi hujan buatan.

PJ Bupati Bekasi Dani Ramdan mengatakan, pihaknya telah mengajukan dengan memadukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) sebagai sarana hujan buatan.

Dani menganalisa, kondisi dengan cuaca dan awan saat ini, penerapan itu belum dapat terjadi.

“Kami sudah berkirim surat tapi memang belum bisa dilakukan karena potensi awannya masih belum ada,” ujar Dani Ramdan dalam keterangannya, Rabu (6/9/2023).

Bila hal tersebut terjadi, dirinya menjelaskan terdapat sejumlah faktor yang mempengaruhi hujan buatan.

“Mungkin nanti ketika ada awan di Samudera Hindia atau Pasifik terbawa angin, biasanya satu atau dua hari lewat, nah itu bisa kita manfaatkan,” jelasnya.

Selain memodifikasi hujan buatan, ia menyambut baik seruan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bekasi untuk melaksanakan Shalat Istisqo (shalat minta hujan).

“Kami sudah instruksi melaksanakan shalat istisqa di setiap kecamatan terdampak. Tinggal menunggu waktu yang tepat, apakah nanti kita laksanakan serentak atau masing-masing di setiap wilayah,” tutupnya.

Sebelumnya, data terbaru dari Pusdalops-PB Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Minggu, 3 September 2023 pukul 20.00 WIB, terdapat 32 Desa terdampak dari 10 Kecamatan.

10 Kecamatan terdampak kekeringan diantaranya;

1.Kecamatan Cibarusah
2. Kecamatan Serang Baru
3. Kecamatan Bojongmangu
4. Kecamatan Cikarang Pusat
5. Kecamatan Sukawangi
6. Kecamatan Babelan
7. Kecamatan Muaragembong
8. Kecamatan Pebayuran
9. Kecamatan Setu
10. Kecamatan Tarumajaya.

Reporter  : Fahmi

Editor  : Deros D.Rosyadi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini