Komarudin Sebut Ribuan Pemulung Ilegal Mengais Rezeki Ditumpukan Sampah Bantargebang

Infobekasi.co.id – Sebanyak 5000 pemulung ilegal menetap di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Bantargebang, Kota Bekasi. Jumlah tersebut dikatakan oleh anggota DPRD Kota Bekasi, Komarudin.

Dikatakan Komarudin, ribuan Pemulung Hilir Mudik mencari uang setiap harinya di TPS Bantargebang.

“Saya lihat di TPST Bantargebang itu lebih dari 5000 pemulung statusnya mereka ilegal, karena mereka masuk ke area khusus dan tidak memiliki izin,” ucap Komarudin, Sabtu (4/11/2023).

Lebih jauh ia menerangkan, ribuan Pemulung ilegal memang memiliki hak dasar seperti BPJS Ketenagakerjaan, namun tidak diketahui bekerja dengan siapa alias perusahaan Bodong.

“Mereka memang sudah dapat BPJS ketenagakerjaan, tapi status mereka gak tau kerja dengan siapa,” ungkapnya.

Dengan kondisi tersebut, ia menilai lebih dari 7 % sampah di Bantargebang dikelola oleh para pemulung ilegal tersebut.

Bukan tak mungkin, angka tersebut rupanya memiliki perputaran nilai ekonomi dari aktivitas pencarian sampah sampah oleh Pemulung.

“Karena lebih dari 7% sampah yang ada di TPST Bantargebang itu dikelola sama mereka, dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi, tapi tidak ada jaminan karena mereka bukan pekerja formal,” jelasnya.

Adanya ribuan Pemulung di Bantargebang, Pemerintah Kota Bekasi bersama penanggung jawab segera buat regulasi terkait hal ini.

Hal ini perlu adanya dorongan korporasi yang menaungi para pemulung hingga aset sampah di Bantargebang tidak terambil oleh oknum yang memanfaatkan.

“Artinya ada korporat yang ikut andil di TPST bantargebang dengan mengambil sampahnya, kan sampah di BPKP sebagai aset gak boleh ambil sembarangan, sekarang status mereka itu mencuri,” kata Anggota DPRD fraksi Golkar tersebut. (Fahmi).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini