Buruh di Kota Bekasi Masih Ngeluh Soal Kenaikan Upah

Infobekasi.co.id – Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin menetapkan Upah Minimum Kota (UMK) Kota Bekasi naik sebesar 3,59 persen. Meski demikian kenaikan itu masih dikeluhkan oleh buruh.

Penanggung Jawab Aksi di Kota Bekasi, juga salah satu buruh, Muhammad Yusuf alias Kuncir, mengaku kecewa dengan pengesahan kenaikan upah yang tak sesuai aspirasi buruh. Saat melakukan aksi penuntutan upah UMK 2024, Buruh di Kota Bekasi meminta kenaikan sebesar 15 persen.

“Kami sangat kecewa dengan Pj Gubernur Jawa Barat karena sudah berulangkali kami mengingatkan dengan cara menyelenggarakan aksi-aksi di setiap wilayah yang harapannya Pj Gubernur Jawa Barat ini menetapkan UMK Kota dan Kabupaten Bekasi di Jawa Barat ini sesuai dengan hasil rekomendasi bupati/wali kota,” ucap Yusuf Kuncir, Jumat (1/12/2023).

Penetapan ini berdasarkan PP nomor 51 tahun 2023 tentang perubahan atas peraturan pemerintah nomor 36 tahun 2021 tentang pengupahan. Pria yang disapa Kuncir mengaku PJ Gubernur Jawa Barat tak mendengar keluh kesah tentang keinginan para buruh.

“Hari ini gubernur menetapkan UMK berdasarkan PP 51, kami sangat kecewa. Bentuk kekecewaan kami,” ungkapnya.

Kenaikan itu dinilai masih memberatkan kebutuhan hidup para buruh, khususnya bagi mereka yang telah berkeluarga.

“Tidak mencukupi, makanya ada istilahnya upah di atas satu tahun,” tutup Yusuf Kuncir.

Diketahui, nilai UMK di Kota Bekasi menjadi yang paling tertinggi di Jawa Barat. Upah Minimum Kota Bekasi kini naik 3,59 persen jadi Rp 5.343.430 yang sebelumnya Rp.5.158.248.

Reporter: Fahmi

Editor: Deros

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini