Buah Kawista dan Veteran Perang Kong Cawir

infobekasi.co.id – Di sebuah rumah berukuran sekitar 200 meter berlatar luas dan bertanah, di situ tumbuh dan berbuah pohon kawista yang menjulang tinggi. Sang pemilik bernama Cawir yang biasa disapa Kong Cawir oleh anak-anak di Kampung Kaliabang Pengarengan, Bekasi Utara. Dia ‘pensiunan’ veteran perang era revolusi kemerdekaan Republik Indonesia.

Usai berperang dan Indonesia merdeka, Kong Cawir ‘beralih profesi’ menjadi penjual buah kawista di sekolah madrasah terletak dekat rumah-nya. Pria berperawakan tinggi dan kurus itu tiap pagi menjinjing buah kawista sudah masak (matang) ke pelataran sekolah, menjajakan dagangan-nya ke para siswa siswi sekolah dasar yang istirahat jajan.

Lapak sederhana, bahkan bisa dibilang seadanya, Kong Cawir tetap semangat berjuang demi menyambung hidup. Perjuangan ini mungkin lebih ‘berkeringat’ dibanding berjuang berperang melawan penjajah saat itu.

Buah kawista yang sudah matang, beraoma khas, rasa manis asam makin nikmat saat ditaburi gula putih menjadi jajanan khas anak sekolah kala itu. Kong Cawir tidak perlu modal banyak, Ia hanya pelu sabar menunggu dagangannya hingga siang hari. Habis tidak habis, Ia tetap berjualan esok hari.

Pohon kawista kini sudah langka di Bekasi, ditambah rada sulit ditanam. Bahkan, jika ada buahnya pun hanya ‘orang tertentu’ yang doyan, lantaran kurang familiar buah tersebut.

Buah Kawista dan Kong Cawir, sebuah kisah fakta yang pernah ada di Kampung Kaliabang Pengarengan, Kota Bekasi, menjadi catatan memori. Jajanan sekolah yang kini sulit ditemui, bahkan asing didengar anak sekarang.

Dede Rosyadi

#BuahKuwista #Infobekasi #Kawista

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini