Infobekasi.co.id – Nama Suryadharma Ali tak bisa dilepaskan dari peta politik nasional Indonesia, khususnya dalam perjalanan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Dari aktivis mahasiswa, anggota parlemen, hingga menjabat sebagai menteri dan pucuk pimpinan partai, Suryadharma menapaki karier politiknya dengan penuh warna.
Masa Muda dan Aktivis PMII
Suryadharma Ali lahir pada 19 September 1956 di Jakarta. Ia dikenal aktif dalam dunia pergerakan mahasiswa saat menempuh pendidikan di Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta. Di kampusnya, Ia bergabung dengan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), sebuah organisasi mahasiswa menjadi kawah candradimuka bagi banyak politisi berlatar belakang Nahdlatul Ulama (NU).
PMII menjadi wadah awal yang membentuk karakter dan jaringan politiknya. Kiprahnya di PMII membawa namanya dikenal di kalangan aktivis dan tokoh-tokoh muda Islam progresif pada masa itu.
Menjadi Anggota DPR RI
Karier politik formalnya mulai menanjak saat ia terpilih sebagai anggota DPR RI dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Di parlemen, Suryadharma dikenal sebagai sosok yang vokal dan konsisten memperjuangkan isu-isu keumatan dan keadilan sosial.
Ia duduk di Komisi VIII DPR yang membidangi agama, sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Reputasinya sebagai legislator yang aktif membuatnya mendapat kepercayaan dari internal partai untuk mengisi posisi strategis.
Jadi Menteri Agama RI Era SBY
Tahun 2004, Suryadharma dipercaya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menjabat sebagai Menteri Agama di Kabinet Indonesia Bersatu. Jabatan ini kembali diperolehnya di periode kedua pemerintahan SBY (2009-2014). Selama menjabat, Ia terlibat dalam pengelolaan ibadah haji, peningkatan kualitas pendidikan madrasah, hingga penataan lembaga zakat dan wakaf.
Namun, masa jabatannya juga diwarnai sejumlah kontroversi. Pada 2014, Suryadharma mengundurkan diri dari jabatan Menteri Agama setelah ditetapkan sebagai tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan korupsi dana haji.
Ketua Umum PPP dan Dinamika Internal Partai
Puncak karier politik Suryadharma terjadi saat dirinya menjabat sebagai Ketua Umum PPP periode 2007–2014. Di bawah kepemimpinannya, PPP berusaha mengokohkan diri sebagai partai Islam moderat dengan basis massa tradisional NU.
Namun, masa kepemimpinannya juga menghadapi tantangan berat. PPP sempat mengalami dualisme kepemimpinan akibat perbedaan pandangan politik, terutama menjelang Pemilu 2014. Suryadharma dianggap terlalu dominan dalam pengambilan keputusan dan sempat memicu konflik internal terkait dukungan politik terhadap calon presiden.
Perseteruan di tubuh PPP memuncak saat Ia secara sepihak menyatakan dukungan kepada pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa pada Pilpres 2014 tanpa melalui mekanisme resmi partai. Keputusan tersebut menimbulkan gejolak hingga akhirnya Ia diberhentikan oleh Majelis Syariah PPP dan digantikan oleh Muhammad Romahurmuziy.
Tersandung Kasus Hukum
Pada Mei 2014, Suryadharma Ali ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK terkait penyalahgunaan wewenang dalam pengelolaan dana haji. Ia diduga terlibat dalam penyelewengan anggaran untuk kepentingan pribadi dan keluarga. Proses hukum yang berlangsung cukup panjang itu berujung pada vonis bersalah dan ia dijatuhi hukuman penjara.
Meski sempat mengajukan banding dan kasasi, Mahkamah Agung memperkuat putusan hukuman. Ia menjalani masa hukuman, namun kemudian mendapatkan pembebasan bersyarat pada 2020 setelah menjalani sebagian besar masa pidananya.
Warisan Politik dan Pandangan Publik
Terlepas dari kontroversi yang membayangi, tak bisa dipungkiri bahwa Suryadharma Ali adalah salah satu figur penting dalam sejarah PPP dan politik Islam Indonesia. Ia dikenal sebagai tokoh yang teguh memperjuangkan prinsip-prinsip keagamaan dalam bingkai konstitusionalisme.
Perjalanan politik Suryadharma menjadi potret kompleks dinamika kekuasaan dan integritas dalam dunia politik nasional. Dari semangat aktivisme mahasiswa hingga jabatan tertinggi di partai, perjalanannya mencerminkan tantangan besar yang dihadapi politisi dalam menjaga idealisme di tengah godaan kekuasaan.
Dede Rosyadi /infobekasi.co.id
#Infobekasi #SuryadharmaAli #PPP #Politik
*Data: dikutip dari berbagai sumber








































