Dari Dapur Rumahan ke Pasar Digital: Kisah Kuliner Dodol Mpok Nini di Tangan Deni Ardini

infobekasi.co.id – Dodol Betawi khas Bekasi kini semakin dikenal luas berkat tangan dingin Deni Ardini, pemuda asal Kayuringin, Bekasi Selatan, yang mengembangkan usaha kuliner tradisional lewat merek Mpok Nini Oleh-Oleh Khas Bekasi.

Usaha yang awalnya dirintis sang ibu, Rohani, dari dapur rumah dengan berjualan kue-kue tradisional, kini berkembang menjadi brand kuliner Betawi yang mampu menembus pasar digital. Deni mulai mengemas usaha ini secara profesional sejak 2011 dengan modal awal Rp300 ribu, serta memperkenalkannya melalui situs OlehOlehBekasi.com dan media sosial.

Produk andalan Mpok Nini antara lain dodol Betawi yang dimasak hingga 17 jam, serta kue akar kelapa, kembang goyang, biji ketapang, rengginang, hingga minuman tradisional bir pletok. Tak hanya dijual satuan, produk juga dikemas dalam bentuk hampers dan paket oleh-oleh.

Saat momen lebaran atau libur panjang, pesanan bisa melonjak drastis. Pada musim Idul Adha, misalnya, Mpok Nini menerima hampir seribu pesanan dodol hanya dalam waktu tiga hari dengan omzet mencapai puluhan juta rupiah.

Meski sempat terpukul saat pandemi COVID-19, Deni tetap bertahan dengan memperkuat penjualan daring. Kini, lebih dari 70 persen penjualan berasal dari platform marketplace. Usaha ini juga telah mengantongi sertifikasi halal MUI dan P-IRT sejak 2012.

Tak hanya fokus bisnis, Deni juga aktif dalam kegiatan sosial dan organisasi kepemudaan. Melalui Mpok Nini, ia memberdayakan belasan karyawan lokal dan ikut melestarikan kuliner khas Betawi.

“Selain menjaga resep turun-temurun, kami juga ingin Bekasi punya ikon oleh-oleh yang membanggakan,” kata Deni, pria asli Betawi Kayuringin ini.

Dengan inovasi, strategi digital, serta dedikasi melestarikan budaya, Dodol Mpok Nini kini menjadi salah satu kebanggaan kuliner Kota Bekasi.

Editor : Dede Rosyadi

#Dodol #MpokNini #InfoBekasi #Bekasi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini