Infobekasi.co.id – Asosiasi Klinik Indonesia (Asklin) Cabang Kota Bekasi berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat secara inklusif.
Hal itu disampaikan Ketua Asklin Kota Bekasi, Dr. Abdul Rasyid Salam, pada peringatan hari ulang tahun (HUT) Asklin ke-14, yang diselenggarakan di Taman Plaza Patriot Candrabhaga, Minggu, 7 September 2025, kemarin.
Rangkaian kegiatan HUT meliputi fun walk, senam bersama, dan Klinik Expo sebagai acara puncak, yang menyediakan pelayanan kesehatan gratis bagi warga. Acara ini melibatkan seluruh anggota Asklin dan masyarakat umum Kota Bekasi.
“Kami ingin Asklin dapat hadir di tengah masyarakat, memberikan pelayanan terbaik, lebih maksimal, dan mudah diakses oleh semua kalangan,” ujar Abdul Rasyid pada Senin, 8 September 2025.
Saat ini, terdapat sekitar 360 klinik di Kota Bekasi, dengan 160 di antaranya merupakan anggota Asklin.
Seluruh klinik anggota telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, memungkinkan lebih dari separuh penduduk Kota Bekasi mengakses layanan kesehatan melalui jaringan klinik ini.
Asklin juga berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Universitas Bhayangkara, Universitas Islam ’45 (Unisma), serta Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi. Kerja sama ini bertujuan memperkuat layanan kesehatan, termasuk pencegahan penyakit, peningkatan kesehatan mental, serta perlindungan kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas.
“Kami berharap klinik-klinik anggota Asklin tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga aktif dalam kegiatan kemasyarakatan, pencegahan penyakit, serta mengatasi isu kesehatan mental yang memengaruhi kondisi fisik pasien,” tambahnya.
Ketua KPAD Kota Bekasi, Novrian, menyampaikan bahwa kehadiran Asklin sangat mendukung layanan kesehatan bagi kelompok rentan dan ramah anak. Saat ini, sudah ada dua klinik Asklin yang menjadi role model, berlokasi di Rawalumbu dan Bekasi Barat.
“Kami ingin pelayanan kesehatan yang holistik, yang memperhatikan kebutuhan kelompok rentan seperti anak-anak, penyandang disabilitas, dan lansia, dapat terwujud,” kata Novrian.
Kota Bekasi sebagai kota modern memerlukan dukungan fasilitas kesehatan yang merata hingga ke seluruh pemukiman warga.
“Jika puskesmas mengalami overload, klinik akan menjadi solusi, karena secara geografis lebih dekat dengan masyarakat dan beroperasi 24 jam,” pungkasnya.
Reporter : Fahmi
Editor : D. Rosyadi






























