Skip to content

Menolak Lupa, Jejak Sejarah Gedung Papak Pernah Diwacanakan Jadi Museum

Infobekasi.co.id – Di tengah pesatnya pembangunan Kota Bekasi, sebuah bangunan tua bergaya kolonial masih berdiri kokoh di Jalan Ir. H. Juanda, Kecamatan Bekasi Timur. Dikenal masyarakat sebagai Gedung Papak atau Gedong Papak, bangunan ini bukan sekadar peninggalan arsitektur masa lalu, melainkan saksi bisu peristiwa masa Revolusi Fisik kemerdekaan Indonesia di tanah para pejuang.

Menurut sejarawan Bekasi sekaligus Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Kota Bekasi, Ali Anwar, nama “Papak” diambil dari ciri khas atapnya yang rata atau datar. dalam bahasa Jawa dan Sunda disebut papak. Bentuk atap berbeton cor ini sangat berbeda dengan kebanyakan bangunan hunian zaman kolonial abad ke-19 yang umumnya beratap lancip atau limasan.

“Gedung ini dibangun sekitar tahun 1930-an, saat penguasaan tanah partikelir untuk keperluan usaha sedang berkembang pesat di Bekasi,” ujar Ali Anwar.

Berdasarkan data pendaftaran cagar budaya, Gedung Papak pada mulanya adalah kediaman pribadi milik tuan tanah keturunan Tionghoa yang kaya raya bernama Le Guan Chin. Ia dikenal sebagai pengusaha sukses yang memiliki beberapa pabrik penggilingan padi, dari wilayah Bekasi hingga Karawang.

Nilai sejarah yang paling berkesan dari Gedung Papak terlihat dari sikap pemiliknya yang mendukung penuh perjuangan kemerdekaan. Le Guan Chin sangat peduli dan dekat dengan gerakan rakyat.

Setelah kemerdekaan, bangunan bersejarah ini sempat dialihfungsikan sebagai pusat pemerintahan, termasuk menjadi Kantor Walikota Bekasi pertama, sebelum pusat pemerintahan dipindahkan ke lokasi baru.

Beberapa waktu lalu, Gedung Papak sempat muncul wacana bakal dijadikan museum sejarah atau ruang pelestarian nilai budaya Kota Bekasi. Hingga saat ini belum ada kepastian resmi mengenai kelanjutan rencana tersebut.

Sebagai pihak yang giat menjaga sejarah Bekasi, Ali Anwar mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk lebih serius melindungi Gedung Papak serta benda cagar budaya lainnya di Bekasi. Menurutnya, merawat bangunannya saja belum cukup jika generasi muda tidak lagi mengenal sejarah di baliknya.

Ali Anwar berulang kali mengusulkan agar sejarah lokal termasuk kisah perjuangan di Gedung Papak dimasukkan ke dalam materi pelajaran di sekolah dasar dan menengah se-Kota Bekasi. Hal ini dinilai penting agar semangat kepahlawanan masa lalu tetap hidup dan tidak hilang tertimpa perkembangan kota.

Sampai saat ini, Gedung Papak tetap berdiri sebagai salah satu tempat bersejarah yang mengingatkan warga Bekasi, bahwa di bangunan tersebut ada nilai historis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *