Skip to content

Pengaruh Medsos Membentuk Opini Publik, Studi Kasus Pemberitaan Isu Pocong di Sukatani

infobekasi.co.id – Malam itu, Jumat, 26 September 2025, sekitar pukul 20.00 WIB, ketenangan Desa Sukamulya, Sukatani, mendadak terusik oleh sebuah kabar yang menyebar bagai api, penampakan pocong. Isu ini dengan cepat merambat di media sosial, memicu kepanikan sekaligus rasa penasaran di kalangan warga.

Salah satu saksi mata yang mengaku melihat sosok misterius itu adalah Rio. Pria paruh baya ini menuturkan pengalamannya yang menegangkan.

“Saya lihat masih sore, sekitar jam delapan malam. Karena teman-teman belum datang untuk begadang, saya langsung kasih tahu warga lain,” kisahnya, beberapa hari lalu.

Kebetulan, di dekat lokasi penampakan sedang ada acara tahlilan, sehingga warga dengan cepat berkumpul. Mereka pun beramai-ramai mencoba “menyergap” sosok tersebut, namun sayang, pocong itu menghilang begitu saja.

Kecemasan Rio semakin bertambah mengingat istrinya baru saja melahirkan. Dalam kepercayaan setempat, masa pasca persalinan seringkali dikaitkan dengan kerentanan terhadap gangguan gaib.

“Saya justru khawatir fitnah, karena penampakan selalu muncul di dekat makam keluarga saya,” ungkapnya, membantah isu lain yang menyebut penampakan itu terkait hilangnya uang warga. Baginya, hilangnya uang karena pocong adalah hal yang tidak masuk akal.

Menanggapi kehebohan yang terjadi, Polsek Sukatani tidak tinggal diam. Bersama jajaran Binmaspol, mereka segera turun tangan untuk menindaklanjuti informasi menggegerkan ini.

Kapolsek Sukatani, AKP Nano Indratno, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi kejadian yang sempat ramai diperbincangkan.

“Kita sudah datangi ke lokasi bersama Binmaspol, binmaspol sudah melaporkan kegiatan isu tersebut, hasil pantauan memang belum ada yang melihat secara langsung baru hanya informasi,” ujar AKP Nano, Jumat, 3 Oktober 2025.

Pernyataan ini sedikit meredakan ketegangan, namun tidak sepenuhnya menghilangkan rasa penasaran warga. Meskipun belum ada bukti penampakan nyata, pihak kepolisian tetap mengambil langkah antisipatif.

Pendalaman informasi terus dilakukan, diiringi dengan koordinasi erat bersama masyarakat, Satpol PP, dan Koramil. Tujuannya jelas, untuk memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap terjaga di tengah merebaknya isu pocong ini.

“Intinya, kami bersama-sama berperan aktif untuk menjaga situasi kamtibmas agar tetap terkendali,” tegas AKP Nano.

Di tengah simpang siurnya kabar dan kepercayaan turun-temurun, peran aktif aparat dan kewaspadaan warga menjadi kunci untuk menjaga ketenangan Desa Sukamulya dari bayang-bayang misteri yang belum terpecahkan.

Reporter : Fahmi

Editor : Deros

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *