Infobekasi.co.id – Warga RT 05 RW 04, Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, mengeluhkan dugaan pencemaran lingkungan akibat limbah dari dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat. Keluhan ini mencuat setelah warga merasakan dampak berupa bau tidak sedap mengganggu aktivitas sehari-hari.
Subur (35), salah seorang warga, mengungkapkan, bahwa bau tersebut berasal dari kubangan yang digali di belakang area Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Baunya sangat menyengat, seperti bau comberan dan sangat mengganggu pernapasan. Kondisi ini sudah kami rasakan sejak September lalu,” ujarnya, Jumat (31/10/2025).
Menurut Subur, bau tersebut tidak hanya muncul pada waktu-waktu tertentu, tetapi hampir setiap saat, terutama pada malam hari ketika angin bertiup. Akibatnya, ia dan keluarganya terpaksa menggunakan masker saat tidur untuk mengurangi dampak bau yang mengganggu.
Warga lainnya, Zaenab (44), menyampaikan kekhawatiran terkait potensi pencemaran sumber air bersih yang selama ini digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. “Kami khawatir sumur kami tercemar limbah. Kami berharap pemerintah segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah ini,” katanya.
Menanggapi keluhan warga, Ketua RT 05, Bapak Agus, membenarkan adanya laporan terkait masalah limbah tersebut. “Kami sudah menerima laporan dari warga dan segera berkoordinasi dengan pihak kelurahan serta dinas terkait untuk mencari solusi terbaik,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Sementara itu, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pencemaran limbah ini. Infobekasi.co.id masih berupaya menghubungi pihak terkait untuk mendapatkan klarifikasi lebih lanjut.
Diharapkan, Pemerintah Kota Bekasi dapat segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi masalah ini dan memberikan solusi yang terbaik bagi warga Bojong Menteng.
Reporter: Fahmi
Editor : DR





























