Infobekasi.co.id – Aksi demo buruh sempat bentrok dengan kepolisian di depan Gedung Pemerintah Kota Bekasi, tepatnya di Jalan Ahmad Yani, Senin sore, 22 Desember 2025. Bentrokan ini diduga dipicu lantaran para massa aksi memblokade Jalan Ahmad Yani.
Imbasnya, pengendara baik roda dua maupun roda empat kesulitan melintas menuju arah selatan (Pekayon). Sehingga para pengendara membunyikan klakson sekenceng-kencangnya.
Bunyi klakson tersebut membuat aparat kepolisian yang berjaga di balik gerbang gedung langsung mendatangi barisan demonstran, dengan maksud meminta agar akses jalan dibuka. Namun, upaya tersebut justru berbuah saling dorong-mendorong antara aparat dan peserta aksi demo.
“Yang menentukan bukan mereka, tapi walikota,” kata seorang buruh di atas mobil orator di depan gerbang Pemkot Bekasi.
Para massa aksi hingga Senin sore ini masih bertahan di titik yang sama. Mereka menanti kehadiran Walikota Bekasi Tri Adhianto untuk membahas kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) Kota Bekasi.
“Katanya lagi di jalan, lagi di jalan, tapi sampai saat ini belum datang juga (walikota). Kita mau bahas kenaikan UMK,” keluh salah satu peserta aksi massa yang enggan disebutkan namanya.
(Fahmi/Dede R)








































