Pasar Tradisional Padurenan Terancam Bangkrut, Sebagian Pedagang Gulung Tikar
Infobekasi.co.id – Pasar Tradisional Padurenan di Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, mengalami kemerosotan signifikan dalam dua tahun terakhir. Lebih dari 50 persen pedagang di pasar tersebut dikabarkan gulung tikar akibat penurunan drastis jumlah pembeli, berdampak pada anjloknya pendapatan.
Kondisi ini dirasakan langsung oleh pedagang yang masih bertahan. Seorang penjual sayur, bernama Gondrong, yang telah berjualan sejak 2007. Ia mengungkapkan, jumlah pembeli terus menurun dan berpengaruh besar terhadap keberlangsungan usaha para pedagang.
“Penghasilan saya turun drastis hingga sekitar 60 persen dibandingkan sebelum kondisi pasar seperti sekarang,” kata Gondrong saat ditemui di Pasar Tradisional Padurenan, Rabu (24/12/2025) lalu.
Menurut Gondrong, banyak pedagang memilih menghentikan aktivitas usahanya karena tidak lagi mampu menutup biaya operasional harian. Lapak-lapak yang tutup kini semakin mendominasi area pasar, memperparah kesan sepi dan menurunkan daya tarik pasar bagi pembeli yang tersisa.
Meski pendapatan terus menurun, sebagian pedagang terpaksa tetap bertahan karena keterbatasan pilihan mata pencaharian. Upaya membuka usaha di lokasi lain dinilai berisiko dan membutuhkan modal yang tidak sedikit.
“Gimana lagi, mau usaha di tempat lain juga awal-awal sulit. Mending bertahan di sini, dapat ya sudah,” ujar Gondrong.
Pedagang yang masih bertahan khawatir Pasar Tradisional Padurenan akan mengalami penutupan permanen apabila tren penurunan pembeli terus berlanjut tanpa adanya intervensi dari pihak terkait.
Mereka berharap pemerintah daerah segera melakukan langkah konkret, seperti revitalisasi pasar, perbaikan fasilitas, serta promosi pasar tradisional, agar aktivitas ekonomi kembali bergairah dan pasar terhindar dari ancaman tutup permanen.
(Steven Wira Pratama)
Editor : Deros

